Skip to main content

Jakarta, 3 Februari 2026 – Sebanyak 3 Koperasi Unit Desa (KUD) mitra Asian Agri hari ini resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) atau replanting bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) serta pihak perbankan sebagai penyalur dana PSR pada 29 Januari.

Acara penandatanganan yang berlangsung di Hotel Movenpick Jakarta menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung peningkatan produktivitas kebun kelapa sawit petani melalui pelaksanaan replanting yang terencana dan sesuai ketentuan program PSR.

Pada kesempatan tersebut, tiga KUD mitra Asian Agri menerima dana PSR, yaitu KUD Bhakti Mandiri dari Desa Bukit Harapan, Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, dengan luasan 200 hektar dan melibatkan 74 pekebun, KUD Buatan Jaya dari Desa Jatimulya, Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, dengan luasan168 hektar dan melibatkan 72 pekebun, serta KUD Makarti Sawit dari Desa Buana Makmur, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, dengan luasan 402 hektar dan melibatkan 162 pekebun.

Dalam sambutannya, Direktur Utama BPDPKS menegaskan bahwa pelaksanaan replanting melalui Program PSR merupakan langkah strategis untuk memulihkan produktivitas kebun kelapa sawit yang menurun seiring bertambahnya usia tanaman.

“Replanting merupakan langkah strategis untuk memulihkan produktivitas kebun kelapa sawit yang menurun seiring bertambahnya usia tanaman. Melalui pemanfaatan dana yang tepat sasaran dan sesuai ketentuan, program ini diharapkan dapat mendukung percepatan pembangunan sawit yang berkelanjutan,” ujar Eddy Abdurrachman, Direktur Utama BPDPKS.

Replanting merupakan langkah strategis untuk memulihkan produktivitas kebun kelapa sawit yang menurun akibat usia tanaman. Dukungan pendanaan PSR yang disertai pendampingan teknis memungkinkan proses tanam ulang dilakukan secara lebih terencana, mendorong penerapan praktik budidaya yang lebih produktif dan berkelanjutan, serta memberikan manfaat ekonomi bagi petani dan industri sawit secara keseluruhan.

Dalam pelaksanaan Program PSR, Asian Agri menegaskan komitmennya untuk mendampingi petani mitra secara berkelanjutan agar proses replanting dapat berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat jangka panjang.

“Dukungan pendanaan yang disertai pendampingan menjadi kunci agar replanting berjalan sesuai standar teknis dan tetap layak secara ekonomi. Kami mendampingi petani sejak tahap pembiayaan, masa tanam, hingga kebun kembali produktif, sehingga keberlanjutan usaha dan stabilitas pendapatan petani dapat terjaga,” ujar Rudi Rismanto, Head of Smallholder Partnership Asian Agri.

Ketua KUD Makarti Sawit, Ahmat Sulikin, menyampaikan bahwa pelaksanaan replanting melalui Program PSR menjadi langkah penting bagi petani anggota KUD untuk menata kembali kebun yang telah memasuki usia tidak produktif.

“Program PSR membantu kami menata kembali kebun yang sudah tidak produktif, sekaligus memastikan proses tanam ulang dilakukan secara bertahap dan sesuai ketentuan. Proses ini perlu dilakukan dengan cara yang benar, dan kami bangga dapat menjalankannya melalui kemitraan dengan Asian Agri,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua KUD Bhakti Mandiri, Galud Ludiyanto menekankan pentingnya kesiapan petani dalam menghadapi masa replanting serta pengelolaan kebun ke depan.

“Replanting membutuhkan kesiapan petani, baik selama masa tanam ulang maupun dalam pengelolaan kebun setelahnya. Harapannya, kebun dapat kembali dikelola secara produktif dan berkelanjutan melalui kemitraan yang terus terjaga,” katanya.

Pelaksanaan program PSR ini sejalan dengan target keberlanjutan Asian Agri 2030, khususnya pada pilar kemitraan dengan petani. Melalui kemitraan jangka panjang, Asian Agri berkomitmen mendorong petani mitra untuk melaksanakan replanting sebagai langkah strategis dalam menghadapi penurunan produktivitas kebun akibat usia tanaman.

Tentang Asian Agri

Didirikan pada tahun 1979, Asian Agri merupakan salah satu Perusahaan kelapa sawit terkemuka di Indonesia, yang telah mengelola lebih dari 100.000 hektar Perkebunan kelapa sawit dan mempekerjakan lebih dari 200.000 orang.

Sebagai pelopor Program Inti Perkebunan Rakyat Transmigrasi (PIR-Trans) bersama pemerintah Indonesia, Asian Agri telah bermitra dengan 30.000 petani plasma di Riau dan Jambi, yang secara kolektif mengelola 60.000 hektare Perkebunan kelapa sawit. Perusahaan ini juga menjalin kemitraan dengan petani swadaya untuk meningkatkan kesejahteraan mereka dan mendorong pertumbuhan sosial ekonomi.

Lewat komitmen terhadap praktik berkelanjutan, Asian Agri menjunjung tinggi kebijakan tanpa pembakaran dan menerapkan praktik-praktik terbaik perkebunan untuk membantu petani plasma meningkatkan produktivitas, hasil panen, dan ketertelusuran rantai pasol, serta mendukung perjalanan mereka menuju sertifikasi. Pabrik Asian Agri memanfaatkan teknologi canggih dan energi hijau yang dihasilkan sendiri untuk meminimalkan emisi gas rumah kaca.

Perkebunan Asian Agri serta Perkebunan petani plasma, sepenuhnya bersertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan International Sustainability & Carbon Certification (ISCC), yang menggarisbawahi komitmen Perusahaan terhadap produksi minyak sawit yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Corporate Communication, Asian Agri
E-mail: communications@asianagri.com