Skip to main content

Kemitraan Dengan Petani

Mendukung petani melalui kemitraan strategis untuk industri kelapa sawit yang lebih baik

Dalam industri kelapa sawit di Indonesia, petani mengambil peran penting. Berdasarkan Statistik Perkebunan Nasional, mereka mengelola sekitar 40% dari total luas perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Bagi jutaan rumah tangga, kelapa sawit menjadi sumber penghasilan utama yang menopang kehidupan keluarga dan komunitas di wilayah pedesaan.

Asian Agri telah bermitra dengan petani kelapa sawit sejak tahun 1980-an, dimulai dari keterlibatan dalam Program Transmigrasi (PIR-Trans). Seiring waktu, pengalaman ini membentuk pendekatan kemitraan yang berlandaskan kolaborasi jangka panjang dan pertumbuhan bersama.

Sejak tahun 2016, komitmen ini semakin diperkuat melalui Komitmen Kemitraan One-to-One, yaitu pendekatan yang menyeimbangkan satu hektare kebun perusahaan dengan satu hektare yang dikembangkan bersama petani kelapa sawit. Hal ini mencerminkan upaya berkelanjutan untuk tumbuh bersama komunitas yang menjadi bagian dari rantai pasok.

Hingga tahun 2025, Asian Agri bermitra dengan lebih dari 30.000 petani kelapa sawit terdaftar di berbagai wilayah utama penghasil kelapa sawit di Indonesia, dengan cakupan lebih dari 100.000 hektare perkebunan.

Model Kemitraan dengan Petani Kelapa Sawit

Asian Agri bermitra dengan petani melalui dua model kemitraan yang dijalankan di Sumatera Utara, Riau, dan Jambi, Indonesia.

Petani Plasma

Kemitraan terstruktur dengan dukungan jangka panjang

  • Menjadi bagian dari kemitraan resmi bersama Asian Agri
  • Menjual Tandan Buah Segar (TBS) secara langsung ke Asian Agri
  • Mengelola kebun dengan pendampingan teknis yang berkelanjutan dari Asian Agri
  • Mendapatkan dukungan yang terarah, mulai dari pelatihan, akses ke bibit unggul, pendampingan agronomi, hingga kepastian akses pasar

Petani Swadaya (Independen)

  • Beroperasi secara mandiri, dengan keterlibatan yang bersifat opsional
  • Mengelola kebun secara mandiri tanpa ikatan kemitraan formal
  • Bebas menjual Tandan Buah Segar (TBS) ke pabrik atau pembeli mana pun, termasuk Asian Agri
  • Tetap bisa mengikuti pelatihan, pendampingan teknis di lapangan, serta inisiatif peningkatan kesadaran keberlanjutan bersama Asian Agri
  • Bentuk dukungan tidak terstruktur dan bergantung pada tingkat keterlibatan masing-masing petani

Cara Kami Mendukung Petani Plasma dan Petani Swadaya

Pelatihan dan Pengembangan Kapasitas

Asian Agri mendukung petani kelapa sawit, baik yang tergabung dalam skema kemitraan maupun yang mandiri, dengan pendekatan yang disesuaikan untuk masing-masing model kerja sama. Dukungan ini berfokus pada kebutuhan operasional kebun sehari-hari dan dirancang agar relevan dengan kondisi nyata di lapangan.

Penguatan keterampilan praktis menjadi bagian penting dalam membantu petani swadaya meningkatkan kualitas kebun mereka.

  • Petani plasma mengikuti program pelatihan yang terstruktur dan berkelanjutan sebagai bagian dari kemitraan. Materinya mencakup praktik pengelolaan terbaik (BMP), seperti teknik panen, pemupukan, keselamatan kerja, hingga pengelolaan lingkungan.
  • Petani swadaya mendapatkan akses pelatihan melalui berbagai inisiatif, seperti SMILE (SMallholder Inclusion for Better Livelihood and Empowerment) dan CSV (Corporate Shared Value). SMILE merupakan program multi-pihak yang mendukung petani melalui pelatihan, sertifikasi (termasuk RSPO), serta peningkatan produktivitas. Sementara itu, CSV berfokus pada kemitraan inklusif yang menciptakan nilai ekonomi dan sosial bersama bagi masyarakat.

Dalam kedua situasi tersebut, pelatihan dirancang agar tetap praktis dan relevan untuk diterapkan langsung di lapangan.

Penguatan Ekonomi dan Akses Pasar

Usaha tani kelapa sawit berjalan dalam siklus jangka panjang, sehingga menjaga kestabilan pendapatan menjadi hal yang penting, terutama saat masa peremajaan.

  • Petani plasma mendapatkan manfaat dari sistem dukungan yang lebih terstruktur, termasuk akses pembiayaan, pendampingan selama proses peremajaan, serta kepastian pasar melalui pola kemitraan yang sudah terbentuk.
  • Sementara itu, petani swadaya didukung melalui berbagai inisiatif yang memperkuat penghidupan mereka, seperti pengembangan koperasi dan program berbasis lapangan seperti Desa Sawit Lestari, yang membantu meningkatkan produktivitas sekaligus membangun sumber pendapatan yang lebih berkelanjutan.

Melalui berbagai upaya ini, petani dapat lebih siap menghadapi fluktuasi pendapatan dan merencanakan fase produksi berikutnya dengan lebih baik.

Dukungan Teknis dan Agronomi

Melalui pendampingan di lapangan, pengetahuan dapat diterapkan menjadi peningkatan kinerja perkebunan yang lebih optimal.

  • Petani plasma bekerja erat dengan tim lapangan secara berkelanjutan, dengan dukungan yang terintegrasi sepanjang siklus tanam. Dukungan ini mencakup akses ke bahan tanam berkualitas seperti benih Topaz, pendampingan agronomi rutin di lapangan, serta koordinasi dalam program peremajaan saat tanaman sudah tidak lagi produktif.
  • Petani swadaya mendapatkan pendampingan teknis melalui pendekatan berbasis program. Ini mencakup transfer pengetahuan, dukungan dalam pembentukan koperasi, serta akses yang lebih baik terhadap sarana produksi dan peralatan untuk

Dampak dari Kemitraan

Seiring waktu, kemitraan ini berkontribusi pada peningkatan penghidupan serta kesejahteraan jangka panjang bagi keluarga petani kelapa sawit dan pengelolaan kebun mereka.

Kesejahteraan Ekonomi Keluarga yang Lebih Kuat

Pada 2024, petani di Riau memperoleh rata-rata pendapatan kotor sekitar 1,8 kali lipat dari upah minimum provinsi. Di Jambi, rata-ratanya sekitar 1,7 kali lipat.

Perkebunan yang Dieremajakan dan Semakin Produktif

Seiring bertambahnya usia pohon kelapa sawit, produktivitasnya secara alami akan menurun. Peremajaan menjadi langkah penting untuk memulihkan hasil panen dalam jangka panjang.

Sejak 2016:

  • Lebih dari 18.900 hektare kebun plasma telah diremajakan
  • Sebanyak 3.484 hektare diremajakan sepanjang 2024

Stabilitas Saat Peremajaan

Saat tanaman baru masih dalam masa tumbuh, pendapatan biasanya ikut melambat. Untuk membantu melewati masa transisi ini, petani kecil didukung untuk mengembangkan sumber penghasilan tambahan, seperti:

  • Peternakan
  • Budidaya sayuran
  • Usaha rumahan skala kecil

Dengan begitu, kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi sambil menunggu siklus panen berikutnya.

Memperkuat Praktik yang Berkelanjutan

Kemitraan ini dirancang untuk berjalan dalam jangka panjang. Seiring praktik perkebunan terus membaik, prinsip keberlanjutan pun semakin melekat dalam aktivitas sehari-hari di lapangan.

Petani swadaya mendapatkan pendampingan terkait standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Kedua standar ini mendukung praktik perkebunan yang bertanggung jawab, mulai dari pengelolaan lahan, pencatatan yang rapi, hingga penerapan praktik budidaya yang baik.

Di saat yang sama, dukungan ini juga sejalan dengan komitmen AA2030 Asian Agri untuk memperkuat inklusi petani swadaya, termasuk target membantu 5.000 petani swadaya mandiri meraih sertifikasi RSPO melalui penguatan kapasitas dan program kemitraan yang berkelanjutan.

Aspek ketertelusuran didukung melalui pemetaan kebun dan sistem koperasi yang dikembangkan bersama kelompok petani. Dengan ini, alur Tandan Buah Segar (TBS) dapat ditelusuri dengan lebih jelas di sepanjang rantai pasok.

Melalui pendekatan ini, petani swadaya tetap menjadi bagian dari rantai pasok kelapa sawit yang bertanggung jawab dan transparan.

Bekerja berdampingan dengan Petani

Kemitraan bukan sekadar program sekali jalan, melainkan upaya berkelanjutan yang tumbuh dari kepercayaan dan interaksi rutin di lapangan.

Melalui pendekatan ini, Asian Agri tetap dekat dengan para petani melalui koperasi dan tim lapangan untuk memberikan pendampingan, membuka akses pasar, serta merespons kebutuhan yang terus berkembang.

Dengan keterlibatan yang konsisten, petani didukung untuk terus bertumbuh, memperbaiki praktik, dan semakin siap menghadapi tantangan ke depan.

Frequently Asked Questions (FAQs)

  1. Apa itu program kemitraan petani Asian Agri?
    Program kemitraan petani Asian Agri adalah kerja sama jangka panjang yang terstruktur dengan petani plasma dan petani swadaya di Indonesia. Asian Agri memberikan pendampingan teknis, pelatihan praktik perkebunan yang baik, akses terhadap bibit, serta akses pasar untuk Tandan Buah Segar (TBS) guna mendukung produksi kelapa sawit yang bertanggung jawab dan menjaga produktivitas kebun dalam jangka panjang.
  2. Berapa jumlah petani yang bekerja sama dengan Asian Agri?
    Per 2025, Asian Agri bekerja sama dengan lebih dari 30.000 petani terdaftar di Sumatera Utara, Riau, dan Jambi. Kemitraan ini mencakup lebih dari 100.000 hektare perkebunan kelapa sawit.
  3. Apa perbedaan petani plasma dan petani swadaya di Asian Agri?
    Petani plasma Asian Agri merupakan bagian dari program pemerintah seperti PIR-Trans dan menjual hasil panennya kepada Asian Agri melalui skema kemitraan yang terstruktur. Sementara itu, petani swadaya mengelola kebunnya secara mandiri dan bebas memilih pembeli, namun tetap mendapatkan pendampingan lapangan dan dukungan teknis dari Asian Agri.
  4. Bagaimana Asian Agri mendukung petani saat peremajaan (replanting)?
    Asian Agri mendukung petani swadaya selama proses peremajaan dengan menyediakan akses dukungan pembiayaan, mendorong kegiatan sumber pendapatan alternatif, serta menjaga akses pasar untuk Tandan Buah Segar (TBS). Sejak 2015, Asian Agri telah mendukung peremajaan lebih dari 18.900 hektare kebun petani swadaya guna membantu memulihkan produktivitas jangka panjang.
  5. Bagaimana Asian Agri mendukung produksi sawit yang bertanggung jawab dan dapat ditelusuri?
    Asian Agri mendukung produksi sawit yang bertanggung jawab dan dapat ditelusuri dengan membimbing petani menuju standar Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Asian Agri juga memperkuat sistem ketertelusuran melalui pemetaan kebun dan pengembangan sistem koperasi, sehingga Tandan Buah Segar (TBS) dapat dilacak dengan lebih jelas dalam rantai pasok.