Skip to main content

Pekanbaru, 14 Februari 2015 – Organisasi fotografer yang tergabung dalam Pewarta Foto Indonesia Cabang Pekanbaru menggelar pameran foto bertajuk “Manis Getir Riau”, yang menyajikan perpaduan foto jurnalistik dan industri kreatif dari bahan baku limbah.

Pameran ini melibatkan 54 karya foto dari 16 fotografer yang disajikan dengan “atmosfir unik” di Sapulidi Center di Jalan Pahlawan Kerja No.247 Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, beberapa waktu lalu. Pembukaan pameran pada tanggal 14 Februari turut dihadiri oleh Pelaksana Tugas Gubernur Riau Arsyadjuliandi (Andi) Rachman.

“Saya terkesima melihat pameran foto yang unik seperti ini, karena selain pameran juga menyertakan hasil industri kreatif dari limbah. Pameran seperti ini harus lebih sering digelar di Pekanbaru,” kata Andi Rachman.

Andi Rachman mengatakan foto-foto yang disajikan PFI sebagian besar sangat menyentuh dan memotivasinya. Potret mengenai murid SD ujian di gudang akibat sekolah kebanjiran, anak-anak sekolah berjejalan dalam gerobak, dan kebakaran hutan, dinilainya sangat inspiratif.

“Semua foto itu apa adanya tanpa rekayasa, membuat saya merasa masih banyak yang harus dilakukan untuk membangun Riau , terutama infrastrukturnya,” tutur Andi.

Ketua Panitia Pameran PFI Pekanbaru, FB Rian Anggoro, mengatakan PFI selaku organisasi profesi memang secara rutin menggelar pameran foto setiap tahun di Pekanbaru. Puluhan foto pada “Manis Getir Riau” ini merupakan karya tahun 2013-2014, karena pada tahun lalu PFI vakum menggelar pameran akibat mayoritas anggotanya disibukan dengan rutinitas kerja.

Karena itu, PFI Pekanbaru juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada kalangan swasta yang perduli dan mensuport acara “Manis Getir Riau”, diantaranya seperti PT Asian Agri.

Ia menjelaskan, puluhan foto tersebut merupakan karya dari fotografer yang selama ini mengabdi di dunia jurnalistik seperti di ANTARA FOTO, koran harian Tribun Pekanbaru, Riau Pos, Metro Riau, Haluan Riau, Vokal, Koran Riau, Pekanbaru Pos, dan Berita Terkini. PFI melalui pameran foto tersebut ingin memberikan pendidikan kepada masyarakat untuk melihat sebuah karya foto jurnalistik tidak hanya tentang hasil akhir.

“Karena proses yang terjadi selama menghasilkan karya tersebut terkadang tidak pernah terungkapkan dan kerja keras para pewarta foto hanya akan menjadi cerita disela penugasan. Padahal, untuk menghasilkan satu karya foto jurnalistik, tidak jarang para pewarta foto terlibat jauh ke dalam suatu peristiwa penuh resiko bahkan bertarung nyawa,” katanya.

Ia menjelaskan, pemilihan nama pameran foto dengan “Manis Getir Riau” adalah karena 54 foto yang akan tersaji dianggap mewakili pencapaian dan masalah yang masih mendera daerah itu. Puluhan foto-foto tersebut dikategorikan pada kejadian spontan (spot news), lingkungan hidup, seni budaya dan hiburan, serta kejadian umum.

“Mendokumentasikan perjalanan provinsi Riau yang kita cintai tidak cukup sekedar menekan rana kamera saja. Segala rasa tumpah dalam titian waktu dan cahaya. Emosi menjalin imaji terukir dalam sejarah yang terekam melalui mata para pewarta foto,” katanya.

Selaku salah satu sponsor dalam event ini, General Manager Asian Agri-Freddy Widjaya mengatakan, “Kami mendukung kreatifitas generasi muda Indonesia. Kami berharap anak-anak muda Indonesia bisa terus berkarya dan mengembangkan potensi mereka secara mandiri. Negara dan pelaku bisnis sudah seharusnya memberi dukungan penuh agar potensi yang ada dapat berkembang dengan baik,” ujarnya.

Dalam eksebisi tersebut, PFI Pekanbaru akan berkolaborasi dengan Sapulidi Center, sebuah wadah komunitas yang berisikan pemuda-pemudi kreatif dan cekatan. Ia menilai Sapulidi Center secara konsisten mendorong generasi muda untuk mengembangkan bakat dan menumbuhkan jiwa “entrepreneur” (kewirausahaan).

Karena itu, mayoritas properti dalam pameran tersebut merupakan hasil daur ulang dari limbah kayu, bambu dan plastik. Hasil karya kerajinan tangan dari Sapulidi Center seperti bingkai dari kulit telur, dan vas bunga dari limbah kayu, juga ikut dipamerkan dalam gelaran itu.

“Kegiatan nonprofit ini diharapkan bisa mendorong lebih banyak lagi kegiatan produktif untuk mendorong industri kreatif berbasis kemandirian dari generasi muda,” katanya.


Sekilas Mengenai Asian Agri:
Asian Agri merupakan salah satu perusahaan swasta terkemuka di Indonesia yang memproduksi minyak sawit mentah (CPO) sejak tahun 1979 dan mempekerjakan sekitar 25,000 orang saat ini. Sejak tahun 1987, Asian Agri telah menjadi perintis program pemerintah Indonesia Perkebunan Inti Rakyat Transmigrasi (PIR – Trans). Saat ini, perusahaan mengelola 100,000 Ha lahan dan bermitra dengan 30,000 keluarga petani di Riau dan Jambi yang mengoperasikan 60,000 Ha perkebunan kelapa sawit.

Keberhasilan Asian Agri dalam menjadi salah satu perusahaan terkemuka CPO telah diakui secara internasional dengan sertifikasi ISO 14001 untuk semua operasinya. Learning Institute di Pelalawan, Riau, serta pusat pembibitan di Kampar, Riau, juga telah bersertifikat ISO 9001. Selain itu, pusat penelitian dan pengembangan Asian Agri di Tebing Tinggi juga telah memperoleh sertifikasi oleh International Plant – Analytical Exchange di lab WEPAL di Wageningen University di Belanda, untuk standar yang tinggi.

Selain keberhasilannya dalam menjadi produsen CPO terkemuka dengan teknologi paling canggih, Asian Agri juga berkomitmen untuk melestarikan lingkungan.

Perkebunan Asian Agri di Riau (kebun Buatan, Soga, dan Ukui) dan di Jambi (kebun Tungkal Ulu dan Muara Bulian), dan juga Kebun Plasma binaan (Kebun Plasma Buatan & Ukui di Riau serta Kebun Plasma Tungkal Ulu & Muara Bulian di Jambi) telah menerima sertifikat RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil).

Pada saat yang sama, ISCC (International Sustainability & Carbon Certification) telah dicapai oleh seluruh kebun baik yang dimiliki oleh Asian Agri maupun petani binaan baik yang di bawah skema petani plasma maupun skema KKPA.

Pabrik minyak kelapa sawit dan perkebunan di Buatan, Ukui, Soga, Tungkal Ulu & Muara Bulian juga telah mendapatkan sertifikat ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil).

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

Elly Mahesa Jenar Chlara.M.Saputra
E-mail: Elly_Mahesa@asianagri.com E-mail: Chlara_saputra@asianagri.com
DID: +62 230 1119 DID: +62 230 1119
Mobile: 0811 8776 729 Mobile: 0816 166 0683

Leave a Reply