Skip to main content

Jakarta, 5 April 2016 – Lebih dari 135 petani kelapa sawit  KUD Mulus Rahayu, Riau, memperoleh kesempatan perdana mewakili petani kelapa sawit Indonesia untuk menerima bantuan peremajaan kebun sawit rakyat, yang diserahkan oleh Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Bayu Krisnamurti, di Kementerian Pertanian, Jakarta, hari ini.

Ketua KUD Mulus Rahayu, Pawito Saring, secara simbolis menerima persetujuan bantuan peremajaan kebun sawit rakyat tersebut, disaksikan Managing Director Asian Agri, Kelvin Tio. 

Managing Director Asian Agri, Kelvin Tio menyatakan,“Kami menyambut baik dan mendukung program Pemerintah Indonesia melalui bantuan BPDPKS kepada mitra Asian Agri – KUD Mulus Rahayu ini. Berbekal pengalaman bermitra selama 28 tahun dengan petani, Asian Agri menyadari pentingnya pengelolaan perkebunan sawit secara berkelanjutan dan tetap fokus pada peningkatan kesejahteraan petani kelapa sawit.”

Asian Agri sudah melakukan persiapan peremajaan atau replanting petani plasma sejak tahun 2008, dengan mengajak para petani untuk mempersiapkan pendapatan alternatif, seperti memberikan pelatihan dan bantuan pemeliharaan ternak, unggas, tanaman hortikultura, palawija dan pelatihan-pelatihan kebersamaan, termasuk Dinamika Kelompok bekerjasama dengan Fasilisator Daerah di bawah koordinasi Bakorluh Riau dan Dinas Perkebunan. 

Dalam kesempatan hari ini, KUD Mulus Rahayu yang terletak di Desa Delima Jaya, Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak, Provinsi Riau,  dengan 6 kelompok tani serta 135 petani anggota ini, menerima persetujuan  bantuan peremajaan kebun kelapa sawit perdana dari BPDPKS, untuk melakukan proses peremajaan kebun seluas 310  hektar. 

Ketua KUD Mulus Rahayu, Pawito Saring mengungkapkan, “Kami sangat berterimakasih kepada Pemerintah Indonesia melalui BPDPKS dan Asian Agri, yang memberikan dukungan  kepada kami – petani sawit – untuk menghadapi peremajaan kebun kami. Kedepannya, kami berharap, dengan kucuran dana ini, dapat menginspirasi rekan-rekan petani sawit lainnya untuk memantapkan hati menjalani proses peremajaan kebun.”

Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit, Bayu Krisnamurti, menegaskan, “Kemitraan yang terjalin antara petani kelapa sawit, perbankan, BPDP dan perusahaan seperti Asian Agri ini merupakan wujud nyata kepedulian semua pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus membangun rasa percaya bagi para petani di Indonesia yang sedang mempertimbangkan untuk mengikuti program peremajaan kebun kelapa sawit mereka.”

Di tahun 2016, Asian Agri berencana mendampingi peremajaan kebun petani sawit rakyat seluas 2,402 hektar. Kemudian di tahun 2017, Asian Agri berencana untuk mendampingi peremajaan kebun petani sawit rakyat seluas 4,000 hektar di Riau dan 600 hektar di Jambi.

Asian Agri juga akan membantu pengadaan dan penggunaan bibit Topaz dalam proses peremajaan kebun petani mitranya, karena bibit Topaz sudah teruji dan terbukti dapat meningkatkan produktivitas  di  kebun Asian Agri di Sumatra Utara dan Jambi. 

Kelvin menekankan pentingnya sinergi antara petani, pemerintah dan pelaku usaha,  ”Dalam peremajaan kebun kelapa sawit, kami memperkuat  kemitraan yang selama ini telah terjalin dengan para petani dengan dasar kepercayaan, komitmen, disiplin dan bekal pengalaman untuk membawa manfaat yang optimal bagi semua pihak.”

***

Sekilas mengenai Asian Agri:

Asian Agri Group merupakan perusahaan swasta nasional terkemuka di Indonesia yang memproduksi minyak sawit mentah (CPO) sejak tahun 1979 dan mempekerjakan sekitar 25,000 orang saat ini. Sejak tahun 1987, Asian Agri telah menjadi perintis program Pemerintah Indonesia Perkebunan Inti Rakyat Transmigrasi (PIR – Trans). Saat ini, perusahaan mengelola 100,000 hektar lahan dan bermitra dengan 30,000 keluarga petani di Riau dan Jambi yang mengoperasikan 60,000 hektar perkebunan kelapa sawit.

Keberhasilan Asian Agri menjadi salah satu perusahaan terkemuka CPO telah diakui secara internasional dengan sertifikasi ISO 14001 untuk semua operasinya. Learning Institute di Pelalawan, Riau, serta pusat pembibitan di Kampar, Riau, juga telah bersertifikat ISO 9001. Selain itu, pusat penelitian dan pengembangan Asian Agri di Tebing Tinggi juga telah memperoleh sertifikasi oleh International Plant – Analytical Exchange di lab WEPAL di Wageningen University di Belanda, untuk standar yang tinggi.

Lebih dari 72 % dari perkebunan Inti Asian Agri di Propinsi Sumatera Utara , Riau & Jambi serta perkebunan petani plasma di Propinsi Riau & Jambi telah bersertifikat RSPO .

Pada saat yang sama, ISCC (International Sustainability & Carbon Certification) telah dicapai oleh seluruh kebun baik yang dimiliki oleh Asian Agri maupun petani binaan baik yang di bawah skema petani plasma maupun skema KKPA.

Pabrik minyak kelapa sawit dan perkebunan di Buatan, Ukui, Soga, Tungkal Ulu & Muara Bulian juga telah mendapatkan sertifikat ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil).


Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

Elly Mahesa Jenar  
Corporate Communications Manager  
E-mail: Elly_Mahesa@asianagri.com  
DID: +68 230 1119  
Tel: +62 811 8776 729  

Klik di sini untuk versi PDF

Leave a Reply