Skip to main content

Pangkalan Kerinci, 24 Mei 2022 – Asian Agri terus menunjukkan dukungannya untuk mewujudkan pertumbuhan inklusif di desa-desa seputar operasional perusahaan. Salah satunya melalui pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal ini sejalan dengan komitmen keberlanjutan perusahaan, yaitu Asian Agri 2030.

“Asian Agri 2030 adalah strategi bisnis jangka panjang selama sepuluh (10) tahun ke depan untuk memastikan keberlangsungan bisnis agar sejalan dengan filosofi bisnis grup perusahaan yaitu 5Cs – Good for Community, Country, Climate, Customer, dan Company. Salah satu pilar dari target 2030 Asian Agri adalah pertumbuhan inklusif, yakni mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah,” ujar Putu Grhyate Yonata Aksa, Manager Sustainability Operation & CSR Asian Agri.

Untuk itu ragam kegiatan pun dilakukan oleh Asian Agri yang merupakan bagian dari Grup Royal Golden Eagle, salah satunya dengan melakukan pelatihan UMKM bagi para pelaku UMKM di desa-desa seputar operasional perusahaan yaitu Riau, Jambi dan Sumatera Utara pada 24 Mei 2022.

Adapun pelatihan yang mengusung tema ‘UMKM Naik Kelas’ dilakukan dengan mendatangkan narasumber dari Rumah Tamadun, yang sejak tahun 2017 sudah aktif menghasilkan produk-produk UMKM seperti produk-produk dari lidi limbah sawit , seperti tas, piring, kotak tisu dan lainya.

“Harapan kami dengan pelatihan UMKM yang akan kami lakukan, nantinya bisa mengembangkan wawasan, keterampilan, serta pemasaran para pelaku UMKM didesa-desa agar UMKM binaan Asian Agri bisa naik kelas. Baik itu, dari unsur kwalitas, kwantitas serta perluasan pemasaran produk,” imbuh Putu didampingi Eko Budi Christyanto, Koordinator CSR Asian Agri Wilayah Riau.

Pelatihan UMKM akan dilakukan di AALI (Asian Agri Learning Institute), Desa Mekar Jaya, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kab. Pelalawan. Ada 16 UMKM yang akan turut serta, yang berasal dari Sumatera Utara, Riau dan Jambi.

“Peserta pelatihan sebanyak 16 UMKM, 12 dari desa-desa sekitar operasional Asian Agri di Pelalawan, selain itu juga ada 2 UMKM dari Sumut dan 2 dari Jambi. Kami sengaja mengikut sertakan pelaku UMKM dari desa-desa sekitar perusahaan di Sumut dan Jambi juga, agar mereka juga dapat melakukan studi banding sehingga UMKM di Sumut dan Jambi juga bisa naik kelas,” ujar Eko.

Selain itu, Eko juga menjelaskan bahwa, UMKM yang ikut serta dalam pelatihan ini terdiri dari bidang usaha yang berbeda-beda.

“Adapun pelatihan UMKM ini kami lakukan dari beragam bidang usaha, ada anyaman lidi, peraut lidi, ragam kue kering, kue basah, tumbeng bahkan peternak telur. Dengan tujuan untuk mendukung ragam UMKM di desa-desa bisa tumbuh dan berkembang. Sehingga UMKM di desa-desa bisa memenuhi kebutuhan di wilayahya bahkan dengan pelatihan ini bisa meluas keluar dengan memanfaatkan market place,” imbuh Eko.

Tentang Asian Agri:

Asian Agri merupakan salah satu perusahaan swasta nasional terkemuka di Indonesia yang memproduksi minyak sawit mentah (CPO) sejak tahun 1979. Hingga kini Asian Agri mengelola 100.000 hektar kebun kelapa sawit dan mempekerjakan lebih dari 20.000 orang.
Sebagai perintis program Pemerintah Indonesia Perkebunan Inti Rakyat Transmigrasi (PIR-Trans), Asian Agri telah bermitra dengan 30.000 petani plasma di Riau dan Jambi yang mengelola 60.000 hektar kebun kelapa sawit, serta membina kemitraan dengan petani swadaya untuk membawa dampak positif terhadap kesejahteraan dan peningkatan ekonomi petani.

Dengan menerapkan kebijakan tanpa bakar dan praktik pengelolaan kebun secara berkelanjutan, Asian Agri membantu petani mitra untuk meningkatkan produktivitas, hasil panen, kemamputelusuran rantai pasok, sekaligus mendukung mereka memperoleh sertifikasi. Pabrik Asian Agri menerapkan teknologi terbaik memanfaatkan energi hijau yang dihasilkan secara mandiri, dalam rangka meminimalisasi emisi gas rumah kaca.

Lebih dari 86% dari perkebunan inti Asian Agri di Provinsi Sumatera Utara, Riau & Jambi serta 100% perkebunan petani plasma di Provinsi Riau & Jambi telah bersertifikat RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil). Pada saat yang sama, ISCC (International Sustainability & Carbon Certification) telah dicapai oleh seluruh kebun baik yang dimiliki oleh Asian Agri maupun petani binaannya. Seluruh unit bisnis dalam naungan Asian Agri telah memperoleh sertifikat ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil).

Keberhasilan Asian Agri menjadi salah satu perusahaan produsen CPO terkemuka telah diakui secara internasional dengan sertifikasi ISO 14001 untuk semua operasinya. Learning Institute di Pelalawan, Riau, serta pusat pembibitan di Kampar, Riau, juga telah bersertifikat ISO 9001. Selain itu, pusat penelitian dan pengembangan Asian Agri di Tebing Tinggi juga telah memperoleh sertifikasi oleh International Plant – Analytical Exchange di lab WEPAL di Wageningen University di Belanda, untuk standar yang tinggi.

Kontak Media:
Lidya Veronica
Media Relation Asian Agri
Email: lidya_veronika@asianagri.com