Skip to main content

Analisadaily.com, Labuhanbatu – Di bawah sinar matahari pagi di Silangkitang, Labuhanbatu Selatan, para siswa SMK Negeri Silangkitang berjalan di antara barisan kelapa sawit sambil membawa ember yang berisi pupuk. Kebun kecil di belakang sekolah itu bukan sekadar lahan tanam, tetapi juga menjadi ruang belajar tempat para siswa mengenal pertanian langsung dari praktik di lapangan.

Lahan seluas satu hektare tersebut sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal. Pada 2017, melalui unit bisnis Asian Agri, PT Supra Matra Abadi, sekolah menerima bibit kelapa sawit Topaz melalui program Sekolah Sawit Lestari. Tanaman mulai menghasilkan pada 2020, menjadikan kebun tersebut sebagai laboratorium pembelajaran sekaligus sumber pendapatan yang membantu mendukung berbagai kegiatan dan kebutuhan sekolah.

Manfaatnya kemudian berkembang lebih luas. Siswa dan guru mendapatkan pelatihan, mulai dari pembibitan kelapa sawit hingga pengoperasian drone, sementara sejumlah lulusan melanjutkan langkah mereka ke industri perkebunan maupun menjadi petani. Bagi siswa seperti Rafa Adira Pratama dan Novita, sekolah ini juga menjadi tempat untuk melihat lebih dekat masa depan yang ingin mereka bangun.

Kisah mereka menjadi bagian dari liputan AnalisaDaily tentang bagaimana Sekolah Sawit Lestari tumbuh menjadi sebuah “oase” pembelajaran dan peluang di tengah kawasan perkebunan kelapa sawit.

Baca kisah selengkapnya.