[VIVA.CO.ID] JAGA KEBUN SAWIT DARI HAMA TIKUS, ASIAN AGRI BERDAYAKAN BURUNG HANTU

Print Email

Serangan hama tikus menjadi perhatian bagi para praktisi perkebunan kelapa sawit baik petani maupun perusahaan. Mahluk pengerat ini memakan pangkal pelepah sawit muda atau memakan brondolan dari tandannya.

Tikus (Rattus Sp.) memiliki siklus hidup 1,5 – 2 tahun, masa kehamilan 3 minggu, melahirkan 3-6 kali dalam setahun dan menghasilkan 7-8 anak per kelahiran. Populasi tikus dapat berkembangbiak dengan cepat karena seekor tikus betina dapat melahirkan 21-48 ekor dalam satu tahun.

Seekor tikus dapat merusak 5-6 pokok per hari, sehingga ini merupakan ancaman serius bagi pekebun sawit bila populasi tikus di kebun sawit tidak dapat dikendalikan.

Asian Agri berkomitmen untuk menerapkan praktik perkebunan kelapa sawit terbaik, salah satunya adalah dengan menerapkan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang berfokus mengurangi penggunaan pestisida dan memanfaatkan predator alami untuk dapat mengontrol hama pada perkebunan kelapa sawit.


Baca selengkapnya di Viva.co.id