[SUMUTPOS] ASIAN AGRI DUKUNG UMKM UKIRAN JEPARA DI DESA BATU ANAM, SUMATERA UTARA

Print Email

Ukiran Jepara merupakan seni ukir khas yang umumnya berasal dari Jepara, Jawa Tengah. Menemukan seni ukir khas Jepara di Jawa Tengah tentunya adalah hal lumrah, lain halnya jika menemukan penggelut usaha ukiran Jepara di luar Jawa Tengah, bahkan di luar Pulau Jawa.

Roto Hendro Carito, menjadi satu-satunya warga Desa Batu Anam, Kec. Rahuning, Kab. Asahan yang menggeluti usaha ukiran Jepara. Di tengah lingkungan petani sawit, Roto menjadikan usaha ukiran Jepara sebagai mata pencaharian utamanya.

Roto memperoleh keahlian mengukir kayu sewaktu Ia masih menjadi pegawai perusahaan mebel di Semarang, dan di usia Roto sudah paruh baya seperti sekarang ini, ia tetap semangat mengembangkan usaha ukiran Jepara untuk menopang kehidupan keluarganya.

Dibutuhkan waktu yang panjang untuk menghasilkan ukiran, dengan proses mengukir secara perlahan, sedikit demi sedikit bila menggunakan alat ukir manual, disamping berkurangnya tenaga Roto yang usianya tidak muda lagi. Dengan alat ukir elektrik yang diberikan Asian Agri sebagai bentuk dukungan terhadap UMKM, Roto merasa sangat terbantu. “Di usia saya yang sudah lebih dari paruh baya ini, tenaga pun sudah jauh berkurang. Maka ketika bapak datang memberikan bantuan alat ukir listrik ini, saya sangat berterima kasih. Bantuan ini sangat berarti bagi saya, karena akan meringankan kerja saya sekaligus mempercepat proses pengerjaan suatu ukiran. Selama ini untuk mengerjakan ukiran sebuah lemari dengan alat manual saya membutuhkan waktu 3 bulan. Namun dengan alat ukir listrik ini saya hanya butuh waktu sekitar satu setengah bulan saja. Sehingga akan lebih banyak ukiran yang bisa saya hasilkan di waktu mendatang,” ujar Roto.

Ia berharap alat ukir elektrik ini dapat meringkankan dan mempermudah proses pekerjaan, serta meningkatkan kesejahteraan Roto.


Baca selengkapnya di SumutPos