Lontong Medan dan Cerita Marathon Kebun Taman Raja

Print Email

Melodi fauna hutan terdengar jelas di Kebun Taman Raja, Jambi, saat Mustakim, asisten kepala perkebunan PT Inti Indosawit Subur membuka jendela. Udara segar pun turut menyambut para penghuni kebun seluas 2908 hektar di hari Minggu ini. Ya, ini adalah hari libur, tapi Mustakim sudah bersiap dengan pakaian olahraganya tidak lupa sepatu lari yang selalu menemaninya beraktivitas di pagi akhir pekan.

 

Kalimat “Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat” menjadi sangat berarti dimasa sulit saat ini. Kita harus bisa menjaga tubuh serta jiwa agar imun kita tetap terjaga, salah satunya dengan berolahraga. Ditengah kebiasaan baru tentu banyak kegiatan olahraga yang harus menerapkan protokol kesehatan.

Hal ini pun dipahami oleh Mustakim, yang harus memastikan dirinya dan para staf tetap berada di kondisi yang prima. Lari marathon sejauh 7 kilometer di tengah kebun sawit menjadi pilihan utama untuk menjaga kebugaran. Tentu medan Kebun Taman Raja yang berbukit dan bergelombang menjadi tantangan sendiri untuk ditaklukan.

“Agar staf-staf kita lebih produktif, saya harus mengetahui kelebihan dan kekurangan mereka terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar potensi yang ada dari masing-masing pribadi dapat tereksplor dengan baik dan benar. Salah satu yang saya galakan adalah Minggu Sehat”, ujar Mustakim disela-sela memimpin jalannya pemanasan disesi Minggu Sehat kali ini. Kegiatan yang telah dilakukan sejak 2017 juga menjadi ajang bertukar pikiran mengenai tantangan dan juga solusi yang dihadapi selama di kebun.

Setelah melahap menu lari pagi tadi, perut pun terasa bergolak. Tapi jangan khawatir, menu berikutnya yaitu lontong medan sudah menunggu. Setelah beristirahat sejenak, para staf yang hari ini ikut serta langsung menyantap paduan bihun goreng, kerupuk kentang, tauco, ikan teri dan sambal tempe ini.

“Setelah pendinginan, kita melakukan sarapan bersama. Tujuannya selain kita mempererat tali silaturahmi, disini kita juga sharing mengenai kendala, atau masalah yang terjadi selama 1 minggu kebelakang.” Ujar Mustakim sambil menyantap lontong medan favoritnya.

Melakukan kegiatan olahraga pada masa menantang ini merupakan ikhtiar seluruh anggota tim agar dapat terus berkarya memberikan yang terbaik. Tentunya dengan tidak mengabaikan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah.

Related Articles

Yani: Mewujudkan Ambisi Melalu...
Yani: Mewujudkan Ambisi Melalu... “Mengelola orang banyak itu ada seninya, dibutuhkan pendekatan pribadi dan komitmen tanpa henti untuk mengembangkannya.” Yani Pandapotan Situmorang telah delap...
Mengapa Dunia Membutuhkan Miny...
Mengapa Dunia Membutuhkan Miny... Minyak kelapa sawit mendapatkan sentimen buruk akhir-akhir ini. Salah satu penyebabnya adalah rencana boikot yang dilakukan oleh negara-negara Uni Eropa terhada...
Sekolah Sawit Lestari Sarana M...
Sekolah Sawit Lestari Sarana M... Komitmen Asian Agri untuk mengelola perkebunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan tidak hanya diperuntukkan bagi para petani plasma.  Asian Agri menyada...