Perkebunan: Budianto

Budianto memulai karirnya di Asian Agri sejak tahun 2009. Dalam rentang waktu 10 tahun, Budianto sudah pernah menduduki delapan posisi yang berbeda di perusahaan. Kini, Budianto yang menjabat sebagai Estate Manager, menjadikan seluruh pelajaran yang telah didapatnya sebagai bekal dalam manajemen sumber daya manusia (SDM) di kebun kelapa sawit.

Keahlian manajemen sumber daya manusia yang dimiliki Budianto telah diasah dari awal ia bergabung dengan Asian Agri. Berangkat dari kampung halamannya di Medan, Sumatera Utara, Budianto menjalani pelatihan di Asian Agri Learning Institute (AALI) di Provinsi Riau selama enam bulan sebagai proses awal untuk bergabung dengan salah satu perusahaan swasta terbesar di Indonesia.

“Di tempat ini karakter saya dibentuk. Saya banyak belajar mengenai kedisiplinan, integritas, kejujuran dan kerja keras. Nilai-nilai ini sangat berguna untuk dapat beradaptasi dengan budaya perkebunan dan dapat menguasai manajemen perkebunan,” ungkap pria yang akrab dipanggil Budi ini.

Setelah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan di AALI, Budi ditempatkan di beberapa perkebunan yang berbeda dengan tugas yang berbeda-beda pula. Ia pernah menjabat sebagai Asisten Byproduct, Training Officer, Learning and Development Officer, Recruitment Officer, Head Plantation Assistant, hingga sekarang menjabat sebagai Estate Manager.

Kemampuannya menyerap materi dengan cepat serta kepiawaiannya mempraktikan langsung setiap teori di lapangan, dilengkapi dengan kemampuan berkomunikasi yang baik membuat Budi akhirnya dipercaya untuk menjadi Estate Manager di perkebunan kelapa sawit.

Sebagai Estate Manager yang mengelola kebun kelapa sawit Asian Agri di Provinsi Riau, tugas utama Budi adalah pengendalian kerja dari tiga divisi afdeling. Masing-masing afdeling ini memiliki pekerjaan yang berbeda-beda.

Divisi afdeling I fokus pada produksi dan perawatan tanaman kelapa sawit yang masih produktif. . Divisi afdeling II lebih spesifik mengelola segala hal yang berhubungan dengan replanting atau peremajaan lahan kelapa sawit. Dalam hal ini, Budi bertanggung jawab langsung terhadap kualitas pengerjaan setiap proses yang dibutuhkan dalam peremajaan lahan kelapa sawit.

Sementara Divisi afdeling III fokus pada pengelolaan tanaman kelapa sawit muda. Dalam hal ini, Budi harus memastikan perawatan yang intensif terhadap tanaman kelapa sawit yang masih berumur muda.

Menjadi pemimpin yang mengurus keseluruhan manajemen perkebunan berarti juga harus memiliki kemampuan dalam pengaturan sumber daya manusia (SDM) di perkebunan kelapa sawit.

Budi harus terus memantau dan berkoordinasi dengan setiap asisten untuk menyusun perencanaan kerja, perencanaan panen maupun perencanaan pemeliharaan lahan. Daya analitik yang tajam pun diperlukan untuk menilai segi produktivitas pekerja dan kualitas pekerjaan mereka.

“Yang paling utama adalah membuat karyawan memiliki rasa tanggung jawab dan keterikatan dengan tugas mereka. Dari level supervisi hingga level pekerja di lapangan, semua harus paham tentang tugas masing-masing dan memiliki pemahaman mendalam tentang visi dan misi perusahaan. Ketika kita memiliki satu tujuan yang sama, semua orang akan bekerja keras untuk mencapai tujuan tersebut,” terang Budi.

Bekerja di perkebunan kelapa sawit, Budi memulai harinya lebih awal dari orang-orang yang bekerja di perkotaan. Setiap hari, Budi tidak pernah absen mengikuti master morning yang dimulai pada pukul 06:30 WIB. Penting baginya untuk selalu hadir dan menunjukkan nilai kedisplinan sebagai bagian dari budaya kebun.

“Selain menegakkan disiplin kerja dalam manajemen perkebunan, saya juga harus kreatif dalam memimpin tim saya,” kata Budi seraya menambahkan bahwa penyelenggaraan kegiatan sosial yang bisa membangkitkan nilai kekeluargaan menjadi salah satu strateginya untuk menanamkan kohesivitas pada anggota.

Budi selalu meyakini bahwa integritas tim yang kuat akan berujung pada meningkatnya produktivitas kerja, khususnya dalam konteks kebun kelapa sawit.

“Memimpin di perkebunan kelapa sawit itu tidak ubahnya menjadi kepala keluarganya. Saya harus mampu membina dan memberdayakan potensi-potensi yang unggul dari tim saya,” tambahnya.

Menurut Budi, aspek lain yang tidak kalah penting dalam manajemen sumber daya manusia adalah memberikan pengertian pada setiap karyawan untuk selalu menjaga nama baik perusahaan.

“Karena memang hal baiklah yang kita lakukan di sini, kita harus bisa memancarkan nilai-nilai baik lewat kepribadian kita. Penilaian pihak luar terhadap karyawan akan memengaruhi pandangan mereka terhadap pimpinan dan perusahaan. Untuk itulah, di Asian Agri, setiap karyawan selalu melakukan yang terbaik karena perusahaan juga selalu memberikan yang terbaik untuk karyawannya,” ujar Budi sambil tersenyum.

Pelajaran selanjutnya yang Budi ajarkan kepada anggota timnya adalah untuk memulai segala hal dengan komitmen dan menjalankannya dengan konsisten.

“Tanpa komitmen, kita tidak akan bisa memulai apapun. Namun tanpa konsistensi, kita tidak akan bisa menyelesaikan apapun yang telah kita mulai,” pungkasnya tegas.

Ikuti jejak Budianto! Bersama Asian Agri, ciptakan masa depan yang berkelanjutan bagi masyarakat dan negara karena kami adalah bagian dari kehidupan masyarakat. Bergabunglah bersama kami!