PERKEBUNAN

Pengelolaan Kebun yang Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan

 

Asian Agri memiliki 30 perkebunan kelapa sawit yang berlokasi di Provinsi Riau, Jambi, dan Sumatera Utara seluas 100.000 hektar. Perusahaan juga bermitra dengan skema petani lasma dan petani mandiri yang masing-masing mengelola 60.000 ha dan lebih dari 41.500 ha perkebunan. Dengan perkebunan pertama selama lebih dari 33 tahun yang lalu, Asian Agri telah mengembangkan strategi terpadu yang bertujuan untuk memproduksi dan memproses produk minyak kelapa sawit, dengan mengambil keuntungan dari berbagai kondisi alam yang menjadikan Indonesia salah satu penghasil minyak kelapa sawit yang paling ideal. wilayah di dunia. Tanaman tropis ini tumbuh subur di sekitar 10 derajat Lintang Utara dan Selatan khatulistiwa, dan Indonesia melengkapi lokasi ini dengan tanah subur dan tenaga kerja yang berlimpah. 

Panen Tandan Buah Segar (TBS) dilakukan 30 bulan setelah penanaman, tergantung dari varietas kelapa sawit yang ditanam. Hasil panen akan meningkat tajam sampai tahun ke delapan, kemudian selama lima tahun selanjutnya tidak ada peningkatan hasil panen secara signifikan. Pada tahun kelima belas, hasil panen akan berangsur-angsur menurun. Pada tahun ke-25, kelapa sawit memasuki masa peremajaan. Saat ini beberapa kebun kami di Sumatera Utara sedang melakukan penanaman kembali sesuai dengan kebijakan tanpa bakar kami yang ketat (dengan peralatan mekanis). 

Sebagai perusahaan yang berkomitmen untuk produksi minyak sawit yang dapat dilacak, bertanggung jawab, dan berkelanjutan, aspek kunci dari strategi kami adalah juga bekerja sama dengan petani kecil. Pada tahun 1994, kami menerapkan kebijakan tidak pembakaran di seluruh operasi kami dan pada tahun 2016 bersama-sama mendirikan Fire Free Alliance (FFA) untuk bekerja dengan para mitra untuk mengatasi masalah kebakaran lahan dan hutan di Indonesia. Di bawah program Fire Free Village (FFVP), Asian Agri memperkenalkan praktik-praktik berkelanjutan kepada petani kecil dan penduduk desa yang membawa dampak positif pada kualitas hidup dan pembangunan ekonomi mereka.