[Warta Ekonomi] Blockchain Perkebunan Kelapa Sawit Jawab Tantangan Global

Print Email

Asian Agri dan beberapa pelaku industri kelapa sawit lain menginisiasi terbentuknya SUSTAIN (Sustainability Assurance & Innovation Alliance) yang mengadopsi blockchain untuk memecahkan masalah keterlacakan (traceability) dan keberlanjutan (sustainability) dalam industri kelapa sawit.

SUSTAIN merupakan jawaban untuk mengatasi tantangan yang kerap menghambat gerak industri kelapa sawit sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Negara-negara Uni Eropa, Amerika Serikat dan beberapa negara di Asia kerap memberlakukan hambatan dan larangan bagi kelapa sawit dan produk turunannya untuk memasuki pasar mereka.

Memanfaatkan platform blockchain untuk mendorong kolaborasi antar pelaku industri juga merupakan solusi praktis untuk mendorong transformasi rantai pasokan yang nantinya akan meningkatkan akses pasar produk minyak kelapa sawit.

Platform dengan akses terbuka ini akan menjadi instrumen yang dapat diunduh oleh berbagai pengguna, mulai dari supplier hingga petani sawit. Platform ini memungkinkan semua pihak yang ada dalam ekosistem industri kelapa sawit untuk dapat melacak, memantau kepatuhan terhadap kebijakan, memastikan efisiensi dalam perdagangan tandan buah segar (TBS) dan banyak hal lain.

Dalam implementasi blockchain ini, SUSTAIN menggandeng SAP melalui SAP Leonardo yang merupakan platform yang dapat mendukung teknologi baru seperti machine learning, artificial intelligence, dan blockchain.

Managing Director SAP Indonesia, Andreas Diantoro menerangkan kerjasama SUSTAIN dan SAP menjawab tantangan seputar penyediaan informasi secara lengkap dan cepat terkait asal muasal sawit yang sampai ke tangan konsumen.


Baca Selengkapnya di: Warta Ekonomi