Skip to main content

Asian Agri menempatkan keberlanjutan sebagai fondasi utama di seluruh kegiatan operasionalnya. Namun, perusahaan memahami bahwa komitmen tanpa tindakan nyata tidak akan memberikan dampak yang berarti bagi pembangunan berkelanjutan.

Sebagai wujud komitmen tersebut, pada tahun 2022 Asian Agri meluncurkan visi keberlanjutan jangka panjang, yaitu Asian Agri 2030, yang bertujuan menciptakan nilai positif bagi petani, masyarakat dan juga lingkungan melalui kegiatan operasional yang dijalankan secara bertanggung jawab.

Asian Agri 2030 merupakan strategi bisnis jangka panjang perusahaan yang dirancang untuk memastikan pertumbuhan usaha berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup mayarakat sekitar. Melalui kerangka ini, praktik operasional ditetapkan dengan target yang jelas dan terukur, serta difokuskan pada dampak dan berkelanjutan.

Pendekatan tersebut berlandaskan pada filosofi 5C perusahaan, yang meyakini bahwa setiap kegiatan harus memberikan manfaat bagi Komunitas (Community), Negara (Country), Iklim (Climate), dan Pelanggan (Customer). Jika keempatnya terpenuhi, barulah kegiatan tersebut benar-benar baik bagi Perusahaan (Company). Prinsip ini menjadi dasar dalam perencanaan program serta pengambilan keputusan di seluruh lini bisnis.

Sebagai kerangka implementasi, Asian Agri 2030 dibangun di atas empat pilar utama:

  1. Kemitraan dengan Petani: keterlibatan intensif dengan petani untuk meningkatkan kehidupan yang lebih baik.
  2. Pertumbuhan Inklusif: mendorong partisipasi yang kuat untuk mencapai kualitas hidup terbaik, termasuk akses pendidikan dan peluang penghidupan yang lebih baik.
  3. Iklim Positif: mempromosikan minyak sawit berkelanjutan melalui praktik pengelolaan terbaik.
  4. Produksi yang Bertanggung Jawab dan Berkelanjutan: tindakan terintegrasi untuk membangun produk berkelanjutan.

Di antaranya, Pertumbuhan Inklusif menjadi fokus utama dalam setiap interaksi dengan masyarakat. Melalui program yang dijalankan langsung di lapangan, Perusahaan membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus membangun fondasi untuk masa depan.

Dukungan tersebut diberikan melalui berbagai inisiatif, mulai dari pendidikan anak-anak melalui program Bag-to-School hingga pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), guna mendorong kemandirian dan ketahanan masyarakat.

Program Bag-to-School Asian Agri menyediakan paket perlengkapan pendidikan lengkap bagi para siswa

Bag-to-School: Mendukung Pendidikan Anak

Program Bag-to-School merupakan salah satu inisiatif utama Asian Agri dalam pilar Pertumbuhan Inklusif. Program ini bertujuan mendukung anak-anak dari keluarga kurang mampu agar dapat terus melanjutkan pendidikan mereka.

Melalui program ini, siswa dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas (SMA) menerima paket pendidikan lengkap yang mencakup tas sekolah, alat tulis, seragam, dan sepatu. Sebagai inisiatif berkelanjutan, Bag-to-School menyalurkan perlengkapan ini pada awal setiap tahun ajaran. Dukungan tersebut membantu siswa belajar dengan lebih nyaman sekaligus meringankan beban finansial keluarga.

Pada 2025, Asian Agri telah memberikan bantuan ke 795 siswa di Sumatra Utara, Riau, dan Jambi, mulai dari tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas. Lewat program ini, Asian Agri membantu memperkuat fondasi pendidikan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya. Dukungan pendidikan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk membangun kesejahteraan jangka panjang.

Dampak program ini terlihat di SD Negeri 012 Lalang Kabung, Pelalawan, Riau. Pada hari pertama masuk sekolah, sebagian besar siswa kelas satu datang mengenakan seragam baru dan membawa tas sekolah baru. Namun, bagi enam siswa dari keluarga kurang mampu, perlengkapan dan pakaian sekolah yang mereka miliki masih belum memadai.

Kepala sekolah SD Negeri 012 Lalang Kabung, Aprilyanti, menjelaskan bahwa keenam siswa tersebut berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas. Walau tidak ada kewajiban menggunakan seragam atau perlengkapan baru, perbedaan tersebut tetap tampak pada awal tahun ajaran.

Melalui Program Bag-to-School, para siswa tersebut menerima paket pendidikan lengkap, mulai dari seragam baru, sepatu, tas sekolah, hingga alat tulis. Dukungan ini memastikan mereka dapat bersekolah dengan kesiapan yang setara dengan teman-temannya dan fokus belajar sejak hari pertama tahun ajaran.

Dukungan ini tidak berhenti di tahun pertama. Pemenuhan kebutuhan sekolah dilakukan secara rutin, memberikan rasa konsistensi dan ketenangan bagi siswa selama masa tumbuh kembang mereka.

“Hari ini, anak-anak terlihat lebih percaya diri dan aktif di kelas. Mereka fokus pada pelajaran dan masa depan mereka,” ujar Aprilyanti. Ia menambahkan, “Dukungan yang berkelanjutan seperti ini memberi kepastian bagi keluarga dan membantu anak-anak tetap siap saat melanjutkan pendidikan di setiap jenjang.”

Asian Agri menyediakan paket bantuan bagi UMKM di Sumatra Utara, Riau, dan Jambi.

Dari Pendidikan ke Penguatan UMKM

Sebagai bagian dari pilar Pertumbuhan Inklusif, Asian Agri tidak hanya menaruh perhatian pada pendidikan, tetapi juga pada penguatan ekonomi lokal dan mata pencaharian keluarga. Melanjutkan inisiatif pengembangan masyarakat yang telah berjalan, Asian Agri mengembangkan program UMKM untuk mendorong diversifikasi pendapatan sekaligus memperkuat ketahanan komunitas.

Pada 2025, Asian Agri telah menyalurkan 18 paket bantuan UMKM di Sumatra Utara, Riau, dan Jambi. Di Sumatra Utara, tujuh desa menerima dukungan untuk berbagai kegiatan, mulai dari hortikultura terapung, budidaya ikan air tawar, keramba ikan toman, hingga peternakan kambing. Di Riau, lima desa didukung melalui ragam kegiatan yang lebih luas, seperti pengolahan nanas, produksi makanan tradisional, kelompok menjahit, pengolahan jahe merah, budidaya ikan, hingga budidaya maggot.

Pendekatan serupa juga diterapkan di Jambi, di mana enam desa merasakan manfaat program ini. Dua desa bergabung dalam program Desa Sawit Mandiri dengan menerima bibit kelapa sawit dan pendampingan teknis berkelanjutan, sekaligus memanfaatkan lahan desa dengan tepat agar dapat memberikan dampak ekonomi yang nyata serta mendorong kemandirian dan pemberdayaan Masyarakat desa. Empat desa lainnya menerima bantuan ternak untuk memperkuat pendapatan keluarga dan mendukung ketahanan ekonomi lokal.

Program ini bukan sekadar tentang capaian dan wilayah, melainkan tentang bagaimana kehadirannya menyentuh kehidupan individu dan keluarga di sekitar wilayah operasional perusahaan. Salah satunya adalah Supratno, petani swadaya asal Desa Bagan Limo, Pelalawan, Riau, yang tergabung dalam Kelompok Budidaya Ikan Sido Mulyo.

Setelah bertahun-tahun menekuni perkebunan kelapa sawit, Supratno ingin mendiversifikasi usahanya ke budidaya ikan. Namun, keterbatasan modal dan sejumlah kendala di awal menjadi tantangan tersendiri. Pada 2022, Asian Agri mulai mendampingi Supratno dan kelompoknya melalui penyediaan benih ikan, jaring, peralatan filtrasi, pakan, serta pelatihan praktis.

“Dukungan yang kami terima cukup lengkap. Kami mendapat benih ikan, alat filtrasi, jaring, dan pakan. Kami juga dilatih membuat pakan sendiri, seperti nugget ikan dan azolla. Selain itu, kami belajar mengelola limbah rumah tangga menjadi pakan melalui budidaya maggot. Proses untuk mendapatkan bantuan ini juga sangat cepat,” ujar Supratno.

Dengan pendampingan teknis yang berkelanjutan dari Asian Agri, Supratno kini mengelola sekitar 17.500 ekor ikan nila dan 2.500 ekor ikan gurami, termasuk saat harus beradaptasi dengan kondisi kekeringan maupun banjir.

“Dukungan ini membantu meningkatkan pendapatan keluarga saya,” tambahnya. “Kami juga bisa menjual ikan di tingkat lokal dan berbagi benih dengan petani lain, sehingga kami bisa berkembang bersama.”

Secara keseluruhan, berbagai upaya ini mencerminkan bagaimana prinsip Pertumbuhan Inklusif diterapkan secara nyata. Dukungan terhadap pendidikan anak-anak membangun fondasi yang kuat, sementara program UMKM membuka peluang pendapatan baru dan memperkuat ketahanan keluarga dari waktu ke waktu.

Dengan terus merespons kebutuhan sehari-hari dan mendampingi masyarakat menghadapi perubahan, Asian Agri bekerja bersama komunitas di sekitar wilayah operasionalnya untuk mendorong pembelajaran, kemandirian, dan kemajuan yang berkesinambungan.