Asian Agri Tetap Berkomitmen Cegah Karhutla Walau di Tengah Pandemi

Print Email

Tebo – 14 Juni 2021 –Ditengah pandemi Covid-19, Asian Agri tetap berkomitmen untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lingkungan desa sekitar area operasional perusahaan.

“Sekalipun pandemi, Asian Agri melalui unit usahanya PT Rigunas Agri Utama (PT RAU), tetap berkomitmen untuk melanjutkan MoU Program Desa Bebas Api (DBA) guna mencegah terjadinya kebakaran. Hari ini (9/6), ada lima desa yang melanjutkan penanda-tanganan MoU Program DBA, yakni Desa Teriti, Desa Tuo Sumay, Desa Muara Sekalo, Desa Suo-Suo, dan Desa Semambu. Melalui Program DBA, perusahaan bersama perangkat desa, instansi pemerintah, TNI dan Polri membantu serta mendukung kegiatan pencegahan maupun bantuan pemadaman jika dibutuhkan oleh desa,” ujar Bibit Sembiring, Estate Manager PT RAU Kebun Bungo Tebo didampingi Hafiz Hazalin Sinaga, Manajer Desa Bebas Api Asian Agri.

Hal senada juga diungkap Hafiz, dimana sejak dimulainya Program DBA di Jambi pada tahun 2017, terbukti mampu mencegah desa dari kebakaran.

“Asian Agri, sebagai perusahaan perkebunan yang merupakan bagian dari grup Royal Golden Eagle (RGE), mengelola group perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan sumber daya alam dan beroperasi secara global, selalu mengupayakan keberadaannya dapat memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan dimana perusahaan beroperasi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui program Desa Bebas Api (DBA), dimana program ini menumbuhkan kepedulian masyarakat desa terhadap bahaya karhutla dan siap menjadi garda terdepan dalam mencegah terjadinya karhutla di desanya,” ujar Hafiz.

“Program DBA yang sudah dimulai di Jambi sejak 2017, juga terbukti efektif mencegah karhutla, dimana awalnya rata-rata kebakaran yang terjadi di desa sebelum bermitra adalah 20 Ha. Namun sejak bergabung dengan Program DBA, ada dua desa yang langsung bisa nol karhutla yakni Desa Muara Sekalo dan Dea Teriti. Sedangkan untuk Desa Tuo Sumay, Desa Semambu dan Desa Suosuo kebakaran sudah jauh berkurang, yakni hanya kisaran 2 Ha saja pertahun. Prestasi ini juga membawa ke lima desa ini meraih penghargaan dari Kapolres Tebo untuk desa tangguh karhutla pada 2020,” imbuh Hafiz di acara Penandatangan MoU Program DBA di kantor PT RAU, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo.

Kepala Desa Suosuo, Urista, mengapresiasi atas keberhasilan Program DBA PT RAU, dan berharap agar dapat terus ditingkatkan untuk mencegah desanya yang memang rawan kebakaran.

“Kami ucapkan terimakasih kepada Manajer PT RAU yang telah membina kami selama ini dalam hal pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Dengan adanya program Desa Bebas Api angka kebakaran di desa kami sangat jauh berkurang dibandingkan sebelum program ini dijalankan. Kami berharap program ini dapat terus ditingkatkan terutama dalam hal monitoring serta pembuatan pos pantau di lokasi rawan kebakaran mengingat masih luasnya hutan dan lokasi potensi kebakaran di desa kami,” ujar Urista.

Adapun acara penandatangan Mou ini dihadiri oleh Estate Manager PT RAU, Bibit Sembiring; Manager Desa Bebas Api Asian Agri, Hafiz Hazalin Sinaga; Manager PMKS PT RAU, H Purba; Humas PT RAU, Bastari; Kepala Desa Tuo Sumay, Hazri; Kepala Desa Teriti, Raden Sofli; Kepala Des Suosuo, Urista; Kepala Desa Muaro Sekalo, Suherman; Kepala Desa Semambu, Akmal; Masyarakat Peduli Api, Bukhari, Raden Kamal, Saipul, Edi, Ade Chandra, dan TNI, Kopda Julhendri.

 

Sekilas Mengenai Asian Agri:

Asian Agri merupakan salah satu perusahaan swasta nasional terkemuka di Indonesia yang memproduksi minyak sawit mentah (CPO) sejak tahun 1979. Hingga kini Asian Agri mengelola 100.000 hektar kebun kelapa sawit dan mempekerjakan 25.000 orang..

Sebagai perintis program Pemerintah Indonesia Perkebunan Inti Rakyat Transmigrasi (PIR-Trans), Asian Agri telah bermitra dengan 30.000 petani plasma di Riau dan Jambi yang mengelola 60.000 hektar kebun kelapa sawit, serta membina kemitraan dengan petani swadaya untuk membawa dampak positif terhadap kesejahteraan dan peningkatan ekonomi petani.

Dengan menerapkan kebijakan tanpa bakar dan praktik pengelolaan kebun secara berkelanjutan, Asian Agri membantu petani mitra untuk meningkatkan produktivitas, hasil panen, kemamputelusuran rantai pasok, sekaligus mendukung mereka memperoleh sertifikasi. Pabrik Asian Agri menerapkan teknologi terbaik memanfaatkan energi hijau yang dihasilkan secara mandiri, dalam rangka meminimalisasi emisi gas rumah kaca..

Lebih dari 86% dari perkebunan inti Asian Agri di Provinsi Sumatera Utara, Riau & Jambi serta 100% perkebunan petani plasma di Provinsi Riau & Jambi telah bersertifikat RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil). Pada saat yang sama, ISCC (International Sustainability & Carbon Certification) telah dicapai oleh seluruh kebun baik yang dimiliki oleh Asian Agri maupun petani binaannya. Seluruh unit bisnis dalam naungan Asian Agri telah memperoleh sertifikat ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil)..

Keberhasilan Asian Agri menjadi salah satu perusahaan produsen CPO terkemuka telah diakui secara internasional dengan sertifikasi ISO 14001 untuk semua operasinya. Learning Institute di Pelalawan, Riau, serta pusat pembibitan di Kampar, Riau, juga telah bersertifikat ISO 9001. Selain itu, pusat penelitian dan pengembangan Asian Agri di Tebing Tinggi juga telah memperoleh sertifikasi oleh International Plant - Analytical Exchange di lab WEPAL di Wageningen University di Belanda, untuk standar yang tinggi.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

Lidya Veronica
Media Relation Asian Agri
E-mail: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.