Asian Agri dan Tim Desa Bebas Api Manfaatkan Teknologi Digital Mencegah Kebakaran

Print Email

Riau, 1 April 2020 – Memasuki musim kemarau, Asian Agri bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Crew Leader Desa Bebas Api (DBA) tetap mengedepankan prinsip keselamatan dan kesehatan dalam menjalankan tugas memantau dan menjaga agar desa terbebas dari kebakaran. Hafiz Hazalin Sinaga, Manajer Program Desa Bebas Api Asian Agri menjelaskan bahwa koordinasi dan pemantauan di lokasi dilakukan dengan menggunakan teknologi digital melalui gawai masing-masing anggota MPA dan Crew Leader DBA.

Dengan mempertimbangkan dan memperhatikan arahan pemerintah saat ini untuk menerapkan social distancing sementara waktu, maka tim Fire AA masih tetap berkomunikasi secara intensif dengan para Crew Leader DBA memanfaatkan Grup WhatsApp DBA serta kontak melalui telepon seluler.

Asian Agri Fire Free Village Program

“Kami saling memberikan update atau laporan terkini dalam satu jam sekali atau tergantung kondisi sinyal di lapangan. Penggunaan teknologi digital sangat efektif karena kordinasi dengan tidak hanya melalui tulisan, namun dilengkapi gambar/foto kegiatan mereka di lapangan,” ujar Hafiz.

Untuk memastikan keakuratan titik pelaporan, Hafiz menjelaskan bahwa tim DBA juga menggunakan aplikasi yang tersedia seperti map dan titik koordinat. “Pengiriman gambar kegiatan Crew Leader patroli yang dilengkapi posisi koordinat memudahkan kami melakukan pengecekan atau menindaklanjuti dengan tim yang terdekat dengan lokasi.”

Kelengkapan dasar untuk pemantauan menjadi perhatian setiap anggota MPA dan Crew Leader. Protokol dasar bagi tiap anggota adalah termasuk mengenakan masker yang mereka miliki secara pribadi, helm, dan setiap selesai patroli mereka harus mencuci tangan dengan sabun.

Hafiz menegaskan bahwa kordinasi tetap berjalan dengan pihak Kepolisian/TNI dan aparat pemerintah, sehingga dalam kegiatan patroli tim DBA mendapat arahan dan pendampingan yang sesuai dengan ketentuan pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

Sebagai anggota dari Fire Free Alliance (FFA), Asian Agri secara aktif melaksanakan program Desa Bebas Api (DBA) dan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang bertujuan untuk memberdayakan dan mendorong desa menerapkan kebijakan tanpa bakar dalam mengelola lahan serta menjaga desa terbebas dari api.

Sekilas Mengenai Asian Agri:

Asian Agri merupakan salah satu perusahaan swasta nasional terkemuka di Indonesia yang memproduksi minyak sawit mentah (CPO) sejak tahun 1979. Hingga kini Asian Agri mengelola 100.000 hektar kebun kelapa sawit dan mempekerjakan 25.000 orang.

Sebagai perintis program Pemerintah Indonesia Perkebunan Inti Rakyat Transmigrasi (PIR-Trans), Asian Agri telah bermitra dengan 30.000 petani plasma di Riau dan Jambi yang mengelola 60.000 hektar kebun kelapa sawit, serta membina kemitraan dengan petani swadaya untuk membawa dampak positif terhadap kesejahteraan dan peningkatan ekonomi petani.

Dengan menerapkan kebijakan tanpa bakar dan praktik pengelolaan kebun secara berkelanjutan, Asian Agri membantu petani mitra untuk meningkatkan produktivitas, hasil panen, kemamputelusuran rantai pasok, sekaligus mendukung mereka memperoleh sertifikasi. Pabrik Asian Agri menerapkan teknologi terbaik memanfaatkan energi hijau yang dihasilkan secara mandiri, dalam rangka meminimalisasi emisi gas rumah kaca.

Lebih dari 86% dari perkebunan inti Asian Agri di Provinsi Sumatera Utara, Riau & Jambi serta 100% perkebunan petani plasma di Provinsi Riau & Jambi telah bersertifikat RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil). Pada saat yang sama, ISCC (International Sustainability & Carbon Certification) telah dicapai oleh seluruh kebun baik yang dimiliki oleh Asian Agri maupun petani binaannya. Seluruh unit bisnis dalam naungan Asian Agri telah memperoleh sertifikat ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil).

Keberhasilan Asian Agri menjadi salah satu perusahaan produsen CPO terkemuka telah diakui secara internasional dengan sertifikasi ISO 14001 untuk semua operasinya. Learning Institute di Pelalawan, Riau, serta pusat pembibitan di Kampar, Riau, juga telah bersertifikat ISO 9001. Selain itu, pusat penelitian dan pengembangan Asian Agri di Tebing Tinggi juga telah memperoleh sertifikasi oleh International Plant - Analytical Exchange di lab WEPAL di Wageningen University di Belanda, untuk standar yang tinggi.

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

Maria Sidabutar
Kepala Komunikasi Perusahaan
E-mail: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
DID: +62 21 2301 119

Klik disini untuk versi PDF