[Kontan] Sawit Bisa Jadi Penyelamat Ekonomi Lesu

Print Email

Keberhasilan Indonesia menjadi negara penghasil sawit terbesar di dunia tidak terlepas dari sistem kemitraan antara petani dan perusahaan kelapa sawit. 

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Corporate Affairs Asian Agri M. Fadhil Hasan Dalam acara diskusi buku "Menumbuhkembangkan Kemitraan Pertanian: Lesson Learned Model Kemitraan Petani Asian Agri" yang diselenggarakan oleh Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), tulis Kontan dalam situs beritanya.

Menurut Hasan, terdapat dua aspek yang menyebabkan sistem kemitraan itu menjadi penting.

"Pertama, aspek pertumbuhan. Dengan adanya program kemitraan, akan turut menumbuhkan perekonomian petani,” hasan menjelaskan.

“Kedua, aspek pemerataan. Jadi, pertumbuhan itu tidak hanya dimiliki dan dihasilkan oleh perusahaan yang skalanya besar tetapi juga oleh para petani itu sendiri yang skalanya kecil,” tambahnya.

Sawit yang merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia, berkontribusi besar di bidang perekonomian. Di antaranya ekspor dan kontribusi devisa, penyerapan tenaga kerja, pengentasan kemiskinan, memiliki potensi besar sebagai bahan baku industri dan diolah menjadi produk-produk industri, pemerataan pembangunan ekonomi wilayah dan sebagai penerimaan negara.

"Dari data BPS, ada sekitar 4 juta tenaga kerja yang terserap di sektor sawit. Sehingga hal ini juga berperan penting dalam pengentasan kemiskinan," kata Hasan.

Ia menekankan, dalam kemitraan petani-perusahaan dalam industri sawit ada tiga aspek yang menjadi kunci sukses kemitraan yakni trust, social capital, dan certainty. Dengan adanya kemitraan tersebut, petani diharapkan dapat lebih memperhatikan perbaikan kinerja yang telah dihasilkan.

Untuk diketahui, hasil sawit Indonesia menjadi penyumbang 10% dari total ekspor Indonesia pada tahun 2016. Dalam pasar sawit global, Indonesia dan Malaysia menjadi penguasa ekspor komoditas sawit. Di mana kedua negara menguasai sekitar 85% produksi sawit dunia dan 90% pangsa ekspor.


Baca Selengkapnya di: industri.kontan.co.id