Karyawan Asian Agri Lakukan Perubahan Melalui Plastic-Free Challenge

Print Email

Manfaat plastik dalam kehidupan sehari-hari sudah tidak perlu dipertanyakan. Plastik cenderung murah dan mudah didapatkan. Tidak heran jika produk plastik, khususnya plastik sekali pakai, kerap digunakan oleh kebanyakan orang Indonesia yang belum terbiasa membawa botol minum dan kotak makanan sendiri. Namun, ketergantungan terhadap plastik semakin memberikan dampak negatif bagi lingkungan kita.

Dengan prinsip keberlanjutan sebagai inti dari bisnis kami, karyawan Asian Agri merancang agenda kolektif terkait isu lingkungan yang semakin mengkhawatirkan. Salah satunya melalui Plastik-Free Challenge yang baru-baru ini diterapkan di kantor Jakarta.

Dalam kegiatan ini, ratusan karyawan berkomitmen mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam aktivitas mereka sehari-hari.

 

 

Tahap awal Plastic-Free Challenge ini dilakukan melalui pemutaran film dokumenter berjudul A Plastic Ocean yang menunjukkan dampak negatif sampah plastik terhadap lingkungan. Langkah selanjutnya adalah mengajak karyawan untuk berpartisipasi dengan berkomitmen mengurangi sampah plastik. Sekitar 200 karyawan turut memberi andil.

Di awal pekan pertama, peserta menghitung jumlah plastik sekali pakai yang mereka gunakan setiap harinya. Di akhir pekan pertama, peserta menentukan target mereka masing-masing untuk mengurangi penggunaan plastik.

Banyak yang cukup ambisius dan menargetkan untuk memangkas 50% penggunaan plastik sekali pakai setiap harinya. Untuk mempermudah peserta meninggalkan ketergantungan terhadap plastik sekali pakai, tim penyelenggara membagikan kotak makan gratis di awal pekan kedua.

“Kami mendapat reaksi yang luar biasa dari rekan karyawan, jumlah peserta yang mendaftar jauh melebihi perkiraan kami. Saya bahkan harus buru-buru memesan lebih banyak kotak makan agar jumlahnya cukup bagi seluruh peserta,” ungkap Marina, salah seorang anggota dari tim Sustainability yang turut mengorganisir kegiatan ini.

Pekan kedua adalah pekan aksi yang fokus ke perubahan perilaku peserta. Tim penyelenggara bahkan mengadakan forum diskusi sebagai wadah berbagi cerita mengenai kesulitan yang mereka hadapi.

“Salah satu kekhawatiran kami adalah jika antusiasme peserta akan menurun setelah Plastic-Free Challenge ini berakhir,” ungkap James, anggota tim Sustainability lainnya.

 

 

 

“Diadakannya sesi berbagi ini dengan harapan bahwa mereka dapat saling berdiskusi terkait kesulitan mengendalikan penggunaan plastik dalam kehidupan mereka. Peserta dapat berbagi solusi dan saling memotivasi satu sama lain dalam forum ini,” tambahnya.

Dalam sesi diskusi tersebut ditayangkan juga video yang berisi testimoni dari para Plastic-Free Ambassadors - terdiri dari jajaran manajemen yang berbagi pengalaman pribadi mereka dalam mengurangi pemakaian plastik sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari.

Di akhir periode, dua pertiga dari seluruh peserta berhasil mencapai target ambisius mereka. Dengan pencapaian ini menunjukan bahwa para peserta berhasil mengurangi 2.400 sampah plastik setiap bulannya.

Para karyawan mengungkapkan bahwa kegiatan ini menyisakan pengalaman yang sangat berarti bagi mereka. Banyak diantara mereka yang kemudian menyadari bahwa satu tindakan kecil yang lebih bijaksana dapat memberikan dampak yang sangat besar bagi lingkungan.

Di Asian Agri, kami memainkan peran kami demi kelangsungan bumi kita dengan terus mendukung terlaksananya #PlasticFreeChallenge. Anda juga dapat ambil bagian dengan berkomitmen di sini.