PABRIK

Mengelola Pabrik Kelapa Sawit yang Ramah Lingkungan

 

Asian Agri mengelola 21 pabrik yang semuanya bersertifikat ISCC untuk memproduksi lebih dari 1,1 juta metrik ton CPO (Crude Palm Oil). Proses ekstrasi CPO dimulai dari pengangkutan Tandan Buah Segar (TBS) matang yang sudah dipanen dari kebun ke pabrik. TBS kemudian disterilisasi dengan menggunakan uap selama satu setengah jam, di mana sekaligus terjadi proses pemisahan buah dari janjangnya. Buah lalu bergerak ke stasiun pengepressan, di sini minyak sawit diperas dan kemudian dilanjutkan ke proses klarifikasi untuk menghilangkan kelembaban, ampas dan kotoran. Produk akhirnya adalah CPO.  

Asian Agri mengoperasikan sepuluh unit pembangkit listrik biogas yang mengubah gas metana menjadi listrik. Pembangkit listrik yang berlokasi di Sumatera Utara, Riau, dan Jambi menghasilkan energi terbarukan dari Palm Oil Methane Effluent (POME) untuk pabriknya dan untuk mendukung pasokan listrik ke daerah pedesaan.


Proses Closed-loop

Salah satu karakteristik unik dari buah kelapa sawit adalah bahwa kelapa sawit memproduksi dua jenis minyak-minyak sawit dari daging buah (mesocarp) dan minyak kernel dari biji atau kernel. Untuk setiap 10 ton minyak sawit, dihasilkan juga sekitar 1 ton minyak kernel. Tahap-tahap dalam proses ekstrasi ditunjukkan pada bagan di bawah ini. 

Pengelolaan limbah pabrik, yang dilaksanakan di keempat pabrik Asian Agri, menghasilkan kompos dari janjangan kosong dan limbah cair (effluent). Janjang kosong dikembalikan ke kebun dan digunakan sebagai pupuk organik. Produk sampingan, seperti serat mesocarp, pada umumnya masih masih mengandung sedikit minyak dan serpihan cangkang. Produk ini digunakan sebagai sumber energi yang murah untuk menggantikan bahan bakar fosil. Inti sawit dikeringkan, dipecahkan dan dipisahkan untuk menghasilkan kernel sawit, yang dijual sebagai produk akhir atau diproses lebih lanjut untuk mendapatkan minyak kernel sawit mentah (CPKO). 

Semua limbah pabrik dialirkan ke sebuah sistem kolam pengolahan limbah yang kemudian akan diproses secara anaerobic dan aerobic. Hasilnya kemudian digunakan sebagai pupuk, sebuah pendekatan ekonomis yang sekaligus bermanfaat untuk melindungi saluran air dari pencemaran.