Langkah Asian Agri dalam Membantu Petani Kelapa Sawit Menghadapi Masa Peremajaan

Print Email

Secara alami, pohon kelapa sawit akan menjadi kurang produktif ketika memasuki usia 25 tahun. Alhasil ketika memasuki masa tersebut, pendapatan para petani sawit menjadi menurun.

Untuk itu, para petani kelapa sawit harus mempersiapkan banyak hal jelang proses masa peremajaan atau replanting, di mana mereka akan mengganti pohon kelapa sawit yang lama dengan pohon-pohon baru.

Akan tetapi, pohon kelapa sawit yang baru ditanam tersebut membutuhkan waktu sekitar empat hingga lima tahun, hingga akhirnya mulai berbuah dan bisa dipanen. Artinya, pendapatan petani dari pertanian kelapa sawit akan terhenti selama periode ini.

Kekhawatiran petani akan hilangnya pendapatan, menyebabkan beberapa dari mereka menunda proses replanting, sehingga pendapatan mereka kian hari kian menurun seiring dengan semakin berumurnya pohon kelapa sawit yang dipaksakan untuk dipanen.

Sejak 2016, Asian Agri telah memberikan bantuan kepada petani kelapa sawit di Indonesia melalui koperasi mereka masing-masing, sebagai bukti kontribusi dalam Program Peremajaan (replanting) Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia.

Pada tahun 2017 pemerintah mulai menggalakkan program replanting kepada para petani kelapa sawit kecil, dengan tidak membuka lahan baru untuk dijadikan lahan perkebunan. Tujuannya agar produksi minyak kelapa sawit di Indonesia bisa terus meningkat dan tetap bisa menjaga kelestarian lingkungan.

Selama masa replanting tersebut, Asian Agri juga turut mengambil peran dalam membantu para petani yang menjadi mitranya dengan berbagai macam cara. Asian Agri membantu petani dengan mencarikan mereka bank yang akan memberikan pinjaman untuk membiayai proses replanting mereka. Asian Agri juga bersedia menjadi perusahaan yang menjamin para petani, agar bank mau memberikan pinjaman kepada para petani tersebut.

Selain itu, Asian Agri juga terus memberi bimbingan kepada para petani tersebut selama proses replanting, dengan cara memberikan mereka benih unggul milik Asian Agri, yaitu benih Topaz. Benih ini terkenal produktivitas dan hasil panennya yang sangat tinggi. Asian Agri juga akan terus mendampingi mereka dalam pengelolaan pertanian perkebunannya, hingga pinjaman mereka ke bank lunas.

Asian Agri juga berusaha agar para petani binaan mereka bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia (BPDPKS).

Tak hanya di sektor pertanian saja, Asian Agri juga berusaha menyejahterakan petani dengan memberikan mereka sumber mata pencaharian alternatif. Asian Agri memberikan mereka bibit hewan ternak seperti sapi, kambing, unggas dan ikan.

Kemudian mereka akan dilatih agar bisa mengembangbiakan hewan ternak tersebut. Hasil penjualan dari ternak tersebut bisa mereka jadikan sebagai pendapatan alternatif selama masa replanting.