Penerima Dana BPDPKS Dorong Peremajaan Sawit untuk Peningkatan Pendapatan Petani

Print Email

Riau, 16 Oktober 2018 - Petani kelapa sawit yang tergabung dalam Koperasi Mulus Rahayu, Riau, membagikan kisah sukses peremajaan kebun kelapa sawit saat menerima kunjungan dari Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Ir. Musdhalifah Machmud, MT di Desa Delima Jaya, Kabupaten Siak, Riau pada 10 Oktober lalu.

Caption: Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Ir. Musdhalifah Machmud, MT berdialog dengan petani plasma mitra Asian Agri, H. Arnedi didampingi Group Manager Buatan Asian Agri, Marpituah Saragih (10/10)

“Pendampingan dari perusahaan kepada para petani melalui program kemitraan diperlukan untuk dapat saling mendukung dan mengingatkan,” ujar Musdhalifah pada sambutannya. Ia menegaskan bahwa petani harus dapat dengan teliti memilih bibit berkualitas untuk ditanam sebagai faktor penting dalam mendukung produktivitas kebun petani yang telah diremajakan.

Kunjungan ini digelar usai acara Focus Group Discussion (FGD) yang bertema “Penguatan Kelembagaan untuk Mendukung Pelaksanaan Peremajaan Sawit Rakyat” di Pekanbaru, dan memilih kebun kelapa sawit milik Pawito Saring, Ketua Koperasi Mulus Rahayu sebagai percontohan bagi peremajaan kebun petani.

Pawito mewakili KUD Mulus Rahayu, sebagai koperasi petani kelapa sawit pertama yang menerima dana bantuan peremajaan dari Pemerintah Indonesia melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) sekaligus melakukan peremajaan perdana di tahun 2016, menjelaskan berbagai tantangan yang dialaminya dalam melakukan peremajaan dari masa persiapan hingga pelaksanaan di lapangan.

“Kami bersyukur menjadi petani pertama yang menerima dana bantuan peremajaan dari Pemerintah. Selain itu, kemitraan kami dengan perusahaan juga turut mendukung kami dalam mempersiapkan kebutuhan dan persyaratan yang diperlukan, baik dalam pada proses peremajaan di lapangan hingga dukungan ekonomi alternatif sehingga kami tidak perlu menghadapi tantangan yang berarti dan melakukan peremajaan dengan lancar,” ujar Pawito.

Caption: Ketua KUD Mulus Rahayu, Pawito Saring membagikan kisah sukses peremajaan kebun sawitnya kepada para peserta FGD yang meninjau tanaman sawit yang diremajakan (10/10)

Sebanyak 135 petani anggota KUD Mulus Rahayu berkomitmen untuk meremajakan kebunnya mencapai luasan hingga 310 hektar kebun sawit, yang dalam waktu dekat akan melakukan panen perdana.

“Kami berharap kesuksesan kami dapat menginspirasi rekan-rekan kami sesama petani kelapa sawit agar tidak takut meremajakan kebunnya. Dukungan pemerintah dan juga perusahaan akan sangat membantu, demi memperoleh hasil produksi kebun yang maksimal,” ujar Pawito.

Head of Partnership Asian Agri, Pengarapen Gurusinga menyampaikan, dukungan terhadap petani oleh perusahaan melalui program kemitraan dan Pemerintah merupakan salah satu satu faktor penting bagi keberhasilan program peremajaan. “Asian Agri mendukung seluruh petani mitra yang berkomitmen untuk meremajakan kebun sawitnya, dimulai dari masa persiapan, pencarian akses pendanaan hingga pada dukungan ekonomi alternatif. Dengan begitu, petani mitra tidak perlu merasa khawatir untuk melakukan peremajaan,” ujar Guru.

Sekilas Mengenai Asian Agri:

Asian Agri merupakan salah satu perusahaan swasta nasional terkemuka di Indonesia yang memproduksi minyak sawit mentah (CPO) sejak tahun 1979. Hingga kini, Asian Agri mengelola 100.000 hektar kebun kelapa sawit dan mempekerjakan 25.000 orang.

Sebagai perintis program Pemerintah Indonesia Perkebunan Inti Rakyat Transmigrasi (PIR-Trans), Asian Agri telah bermitra dengan 30.000 petani plasma di Riau dan Jambi yang mengelola 60.000 hektar kebun kelapa sawit, serta membina kemitraan dengan petani swadaya untuk membawa dampak positif terhadap kesejahteraan dan peningkatan ekonomi petani.

Dengan menerapkan kebijakan tanpa bakar dan praktik pengelolaan kebun secara berkelanjutan, Asian Agri membantu petani mitra untuk meningkatkan produktifitas, hasil panen, kemamputelusuran rantai pasok, sekaligus mendukung mereka memperoleh sertifikasi. Pabrik Asian Agri menerapkan teknologi terbaik memanfaatkan energi hijau yang dihasilkan secara mandiri, dalam rangka meminimalisasi emisi gas rumah kaca.

Lebih dari 86% dari perkebunan inti Asian Agri di Provinsi Sumatra Utara, Riau & Jambi serta 100% perkebunan petani plasma di Provinsi Riau & Jambi telah bersertifikat RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil).

Pada saat yang sama, ISCC (International Sustainability & Carbon Certification) telah dicapai oleh seluruh kebun baik yang dimiliki oleh Asian Agri maupun petani binaannya.

Lebih dari 91% perkebunan dan pabrik kelapa sawit Asian Agri telah mendapatkan sertifikat ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil).

Keberhasilan Asian Agri menjadi salah satu perusahaan terkemuka CPO telah diakui secara internasional dengan sertifikasi ISO 14001 untuk semua operasinya. Learning Institute di Pelalawan, Riau, serta pusat pembibitan di Kampar, Riau, juga telah bersertifikat ISO 9001. Selain itu, pusat penelitian dan pengembangan Asian Agri di Tebing Tinggi juga telah memperoleh sertifikasi oleh International Plant - Analytical Exchange di lab WEPAL di Wageningen University di Belanda, untuk standar yang tinggi.


Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

Dinna Permana Setyani
Manajer Komunikasi Perusahaan
E-mail: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
DID: +62 21 2301 119

Klik disini untuk versi PDF