Asian Agri Tingkatkan Kesejahteraan Warga melalui Program Dana Peternakan Bergulir

Print Email

Riau, 13 September 2016 - Berkah Program Dana Peternakan yang dilakukan Asian Agri sejak 2008 dapat dirasakan hingga saat ini, khususnya dalam rangka Hari Raya Idul Adha.  

“Kami sudah memulai Program Dana Peternakan Bergulir sejak tahun 2008, dan terus berkembang serta berkesinambungan. Awalnya, program ini adalah salah satu inisiatif perusahaan memberikan alternative income bagi petani sawit binaannya yang akan menghadapi masa replanting. Dengan perkembangannya yang demikian menggembirakan, dan terbukti memberikan manfaat bagi masyarakat desa, maka program ini menjadi salah satu program CSR andalan yang diharapkan dapat terus memberikan manfaat secara berkelanjutan kepada masyarakat,” ucap Welly Pardede selaku Head Sustainability & CSR Asian Agri. 

Untuk keberlangsungan dan keberhasilan masyarakat dalam program ini, turut diadakan acara diskusi kelompok atau focus group discussion (FGD) antar kelompok peternak, yang dilakukan untuk menggali informasi dari para peternak untuk agar dapat sama-sama mengetahui kendala dalam membudidayakan ternaknya, sehingga para peternak dapat merumuskan langkah-langkah perbaikan untuk dituangkan dalam program tanggung jawab sosial  perusahaan. 

“Program Dana Peternakan Bergulir di Desa Silikuan Hulu tahun ini adalah yang ketiga kalinya digulirkan. Adapun pengguliran awal diadakan tahun 2011, dengan penerima manfaat 11 orang peternak sapi dari kelompok ternak Agri Utama dengan jumlah sapi 20 ekor dan saat ini berkembang menjadi 29 ekor. Pada tahun 2013 dana tersebut digulirkan kali ke-dua kepada 5 orang peternak sapi dengan jumlah sapi 10 ekor dan sudah berkembang menjadi 24 ekor. Saat ini pengguliran  menjangkau 11 orang petani yang tergabung dalam Kelompok Ternak Bahagia Mandiri, yang terdiri dari 8 orang peternak sapi dan 3 orang peternak kambing,” jelas Benjamin R Hutagalung selaku Koordinator CSR Asian Agri wilayah Riau. 

Para peternak yang menerima bantuan ditentukan berdasarkan syarat dan kesiapan peternak, termasuk kondisi hewan ternak maupun kemampuan manajerial. Setelah dana tersebut diterima, maka peternak melakukan pembayaran cicilan ke KUD maksimal 24 bulan. Dana yang terkumpul ini akan digulirkan kembali kepada peternak. Seperti saat ini, petani memperoleh keuntungan paling banyak saat menjual sapinya pada hari Lebaran Kurban, karena harganya cukup tinggi. Selain itu mereka juga memanfaatkan kotoran sapi untuk pupuk kelapa sawit mereka.

Hingga sekarang program ini dapat memberi manfaat bagi 205 para peternak yang tergabung dalam Program Dana Peternakan Bergulir, dengan jumlah sapi sebanyak 596 ekor. 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada perusahaan dan sangat senang karena kami bisa mendapatkan dana peternakan bergulir ini. Usaha ternak saat ini cukup menguntungkan, apalagi saat ini memasuki Lebaran Kurban. Beberapa ekor ternak kambing saya sudah dipesan oleh pembeli untuk  Idul Adha,” ujar Junaidi,  Ketua Kelompok Ternak “Bahagia Mandiri” dari Desa Silikuan Hulu, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. 

***

Sekilas mengenai Asian Agri:

Asian Agri Group merupakan perusahaan swasta nasional terkemuka di Indonesia yang memproduksi minyak sawit mentah (CPO) sejak tahun 1979 dan mempekerjakan sekitar 25,000 orang saat ini. Sejak tahun 1987, Asian Agri telah menjadi perintis program Pemerintah Indonesia Perkebunan Inti Rakyat Transmigrasi (PIR - Trans). Saat ini, perusahaan mengelola 100,000 hektar lahan dan bermitra dengan 30,000 keluarga petani di Riau dan Jambi yang mengoperasikan 60,000 hektar perkebunan kelapa sawit.

Keberhasilan Asian Agri menjadi salah satu perusahaan terkemuka CPO telah diakui secara internasional dengan sertifikasi ISO 14001 untuk semua operasinya. Learning Institute di Pelalawan, Riau, serta pusat pembibitan di Kampar, Riau, juga telah bersertifikat ISO 9001. Selain itu, pusat penelitian dan pengembangan Asian Agri di Tebing Tinggi juga telah memperoleh sertifikasi oleh International Plant - Analytical Exchange di lab WEPAL di Wageningen University di Belanda, untuk standar yang tinggi.

Pabrik minyak kelapa sawit dan perkebunan di Buatan, Ukui, Soga, Tungkal Ulu & Muara Bulian juga telah mendapatkan sertifikat ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil). 


Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

Elly Mahesa Jenar
Manajer Komunikasi Perusahaan
E-mail: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
DID: +68 230 1119
Tel: +62 811 8776 729

Klik di sini untuk versi PDF