Asian Agri Membagikan Hasil Penjualan Minyak Sawit Berkelanjutan kepada 30,000 Petani

Print Email

Jakarta, 21 Desember 2016 – Petani kelapa sawit binaan Asian Agri membuktikan konsistensi mereka dalam penerapan praktik pengelolaan kebun sawit berkelanjutan. 

Pasar negara-negara Eropa sangat terbuka bagi produk-produk kelapa sawit dari perkebunan yang memenuhi prinsip keberlanjutan. Hari ini Asian Agri membagikan dana sebesar Rp 2,626.393.806 kepada perwakilan 6 (enam) asosiasi KUD yang menaungi sekitar 30,000 petani plasma di Provinsi Riau dan Jambi yang telah memperoleh sertifikasi berkelanjutan di bidang kelapa sawit (Sustainable Palm Oil Certification). 

Dana tersebut merupakan insentif dari penjualan minyak sawit berkelanjutan yang diserap oleh pasar internasional selama tahun penjualan 2015. 

Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita hadir menyaksikan penyerahan dana yang diserahkan secara simbolis oleh Direktur Asian Agri Freddy Widjaya di Jakarta. 

Kegiatan ini merupakan penghargaan dan apresiasi kepada para petani kelapa sawit sebagai Pahlawan Devisa dan khususnya kepada petani binaan Asian Agri yang telah  menerapkan praktik perkebunan berkelanjutan. Kemitraan dengan  petani sawit memungkinkan Asian Agri  secara konsisten mendampingi petani untuk memperoleh hasil yang optimal dan berkelanjutan sehingga memperoleh kepastian akses dan pasar ekspor.

Direktur Asian Agri, Freddy Widjaya menjelaskan bahwa pembagian premi (premium sharing) ini merupakan komitmen perusahaan untuk terus mendukung industri sawit Indonesia yang berkelanjutan. “Sejak tahun 2011, Asian Agri secara konsisten mendampingi petani plasmanya memperoleh sertifikat internasional baik RSPO maupun ISCC.  Pasar internasional, terutama negara-negara Eropa, merupakan pasar yang potensial bagi ekspor minyak sawit bersertifikasi internasional, sedangkan premi yang akan dihasilkan nantinya merupakan insentif tambahan bagi petani,” ujar Freddy.

Premi penjualan minyak sawit berkelanjutan tahun 2015 ini dibagikan oleh Asian Agri melalui 6 asosiasi KUD yang menangungi lebih dari 71 KUD untuk 30,000 petani plasma binaan yang mengelola 60,000 ha kebun sawit. 

“Kami berharap premi yang diserahkan ini akan dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan petani secara kolektif, seperti perbaikan infrastruktur desa, pelatihan praktik ramah lingkungan, peningkatan kapasitas petani maupun hal-hal lain untuk kesejahteraan petani. Komitmen kami untuk berbagi premi penjualan minyak sawit berkelanjutan ini tentunya akan didasari oleh kondisi pasar pada tahun yang sedang berjalan dan prinsip kemitraan yang saling menguntungkan,” lanjut Freddy.

Kelapa sawit merupakan produk agrobisnis strategis Indonesia, dan saat ini Indonesia merupakan negara penghasil dan pengekspor kelapa sawit terbesar di dunia. Nilai ekspor CPO Indonesia mencapai lebih dari US$ 17 milyar setiap tahun dan merupakan pencipta devisa ekspor terbesar.  

Melalui kemitraan, Asian Agri sebagai perusahaan mitra petani sawit terus melakukan  penguatan kelembagaan petani kelapa sawit – termasuk dalam rangka mewujudkan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), sehingga para petani mampu menghadapi persaingan pasar global serta menjadi bagian dari kampanye positif pengelolaan kelapa sawit yang berkelanjutan, baik di dalam maupun di luar negeri dengan tujuan Indonesia dapat menjadi referensi industri sawit dunia.

***

Sekilas mengenai Asian Agri:

Asian Agri Group merupakan perusahaan swasta nasional terkemuka di Indonesia yang memproduksi minyak sawit mentah (CPO) sejak tahun 1979 dan mempekerjakan sekitar 25,000 orang saat ini. Sejak tahun 1987, Asian Agri telah menjadi perintis program Pemerintah Indonesia Perkebunan Inti Rakyat Transmigrasi (PIR - Trans). Saat ini, perusahaan mengelola 100.000 hektar lahan dan bermitra dengan 30,000 keluarga petani di Riau dan Jambi yang mengoperasikan 60,000 hektar perkebunan kelapa sawit.

Keberhasilan Asian Agri menjadi salah satu perusahaan terkemuka CPO telah diakui secara internasional dengan sertifikasi ISO 14001 untuk semua operasinya. Learning Institute di Pelalawan, Riau, serta pusat pembibitan di Kampar, Riau, juga telah bersertifikat ISO 9001. Selain itu, pusat penelitian dan pengembangan Asian Agri di Tebing Tinggi juga telah memperoleh sertifikasi oleh International Plant - Analytical Exchange di lab WEPAL di Wageningen University di Belanda, untuk standar yang tinggi.

Pabrik minyak kelapa sawit dan perkebunan di Buatan, Ukui, Soga, Tungkal Ulu & Muara Bulian juga telah mendapatkan sertifikat ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil). 


Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

Elly Mahesa Jenar
Manajer Komunikasi Perusahaan
E-mail: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
DID: +68 230 1119
Tel: +62 811 8776 729

Klik di sini untuk versi PDF