[Kompas] Menciptakan Pekebun Sawit Tangguh di Pusat Pelatihan Asian Agri

Print Email

Langit terang dan sinar matahari menyengat menggambarkan suasana di Kabupaten Pelalawan, provinsi Riau hari ini. Kabupaten yang dikenal dengan Negeri Seiya Sekata ini hanya berjarak kurang lebih 150 kilometer dari ibu kota provinsi Riau.

Namun ada yang tidak biasa di tengah terik siang Riau hari ini. Di Mekar Jaya, sebuah desa di Kabupaten Pelalawan, Riau, terlihat sekelompok anak muda berseragam putih coklat sangat antusias berjalan bersama-sama ke areal perkebunan kelapa sawit. Sambil berjalan, anak-anak muda ini bertanya secara aktif kepada sang mentor dan berusaha menjawab berbagai pertanyaan yang ditujukan kepada mereka.

Terdiri dari 100 orang anak muda berbakat, mereka adalah angkatan baru yang hendak mengikuti pelatihan di APRIL Asian Agri Learning Institute (AAALI), sebuah pusat pelatihan terbaik yang dimiliki negeri ini untuk sektor perkebunan, khususnya industri kelapa sawit. Anak-anak muda berpotensi tersebut terpilih dari berbagai universitas di Indonesia karena kemampuan dan kecerdasan yang dimilikinya.

Belum banyak lembaga pelatihan kelapa sawit (non-universitas), yang mengakomodir kemampuan anak-anak muda berbakat di bidang perkebunan, kelapa sawit khususnya, di negeri ini. Meski rata-rata usia tanam kelapa sawit sudah mencapai 30 tahun, namun tingkat pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki oleh petani dan pekebun sawit Indonesia tidaklah sedewasa usia pohon yang ada, bila dibandingkan dengan usia produktif manusia. 


Baca Selengkapnya di : Kompas.com