Menjamu Kunjungan Harvard Business School di Perkebunan Asian Agri

Print Email

Asian Agri menjadi tuan rumah dari kunjungan 16 profesor dan akademisi dari Harvard Business School (HBS) pada 22 Juni 2017 lalu.

Kelvin Tio, Managing Director Asian Agri, memberikan tur di Pusat Pelatihan (Asian Agri Learning Institute) di Buatan, di mana beliau memberikan penjelasan mengenai fokus perusahaan pada kemitraan dengan petani untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan mereka. Beliau menjelaskan bagaimana Asian Agri menyediakan beberapa bantuan pada petani seperti, benih unggul Topaz, pelatihan mengenai praktik perkebunan terbaik dan berkelanjutan serta sistem pengendalian hama untuk mengurangi penggunakan bahan kimia.

Selain diskusi di dalam kelas, rombongan juga mengikuti kunjungan lapangan ke kebun Buatan. Dalam kunjungan tersebut, rombongan dari HBS melihat secara langsung praktik terbaik dalam mengelola perkebunan kelapa sawit termasuk bagaimana memanfaatkan limbah dari proses produksi sebagai pupuk dan biogas, untuk memastikan seluruh bagian dari kelapa sawit bisa dimanfaatkan. Rombongan HBS juga melihat bagaimana penggunaan burung hantu untuk menangkap tikus sebagai pengganti penggunaan racun. Selain itu juga melihat bagaimana Asian Agri menggunakan serangga alami untuk mengendalikan hama ulat pemakan kelapa sawit.

Rangkaian kunjungan ini mendapatkan sambutan positif dari peserta, yang sebagian besar belum pernah mengunjungi perkebunan kelapa sawit.

Dalam rangkaian tur, rombongan juga diajak ke beberapa desa di kawasan pertama kali Asian Agri membangun perumahan bagi para petani kecil di tahun 1986. Dalam kesempatan itu, rombongan melihat bagaimana peningkatan taraf hidup dapat meningkatkan kehidupan dan pertumbuhan masyarakat.

Menutup rangkaian kunjungan, rombongan diajak mengunjui area replanting untuk melihat bagaimana Asian Agri membantu petani mendapat penghasilan tambahan melalui proyek seperti peternakan sapi sambil menunggu masa penanaman kelapa sawit memasuki masa produktifnya.

Kunjungan singkat ini membuat peserta dari Harvard Business School bisa langsung turun melihat bagaimana praktik terbaik dan berkelanjutan dalam industri kelapa sawit di Indonesia.