Komitmen Kemitraan 1:1 Asian Agri dengan Petani

Print

Asian Agri berkomitmen meningkatkan kemitraan dengan para petani untuk mengelola perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan.

Melalui komitmen Kemitraan 1:1 (One to One), Asian Agri menargetkan dapat menggandeng petani plasma dan swadaya menjadi mitra dalam mengelola kebun kelapa sawit seluas 100.000 hektar pada tahun 2018. Komitmen Kemitraan 1:1 digagas Asian Agri untuk mewujudkan pendampingan dan pemberdayaan para petani yang total luas perkebunannya sebanding dengan luas perkebunan milik Asian Agri. Saat ini Asian Agri menjalin kemitraan dengan petani plasma yang memiliki total perkebunan seluas 60.000 hektar dan akan terus memperluas kemitraan dengan petani swadaya hingga mencapai total 40.000 hektar kemitraan pada tahun 2018. Saat ini kemitraan dengan petani swadaya telah mencapai lebih dari 25.000 hektar.

Di Indonesia, perkebunan kelapa sawit masih didominasi petani dengan komposisi hingga 42%. Namun, total produksi dari petani kelapa sawit hanya menyumbang 37% dari total produksi nasional. Hal ini menunjukan masih rendahnya produktivitas petani secara umum. Selain itu, pemahaman mengenai pengelolaan yang berwawasan lingkungan juga masih sangat terbatas. Para petani plasma yang merupakan bagian dari program pemerintah, lebih beruntung karena mendapatkan skema khusus. Sementara, petani swadaya tidak mendapatkan bantuan baik finansial maupun akses pada peralatan modern.

Komitmen Kemitraan 1:1 tidak hanya bertujuan mengamankan pasokan kelapa sawit, namun meningkatkan kemampuan petani untuk mencapai hasil seoptimal perusahaan.

Kemitraan dengan Petani

Asian Agri mulai menawarkan bantuan formal pada petani plasma tahun 1987 dan memperluas skema kemitraan dengan petani swadaya yang disebut program Pendampingan Petani Swadaya.

Dengan membantu petani meningkatkan produktivitas lahan, Asian Agri juga turut membantu ribuan keluarga petani untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan hidup petani. Melalui bantuan peralatan yang lebih baik, pelatihan, pendampingan di lapangan, Asian Agri membangun kapasitas petani untuk meningkatkan hasil panen yang berkelanjutan, termasuk mendorong praktik agronomi yang baik dan menerapkan kebijakan kemamputelusuran sumber buah perusahaan.

Asian Agri merupakan salah satu perintis kemitraan petani dalam industri kelapa sawit. Pada tahun 1986, Asian Agri mengambil bagian dalam skema plasma, menunjukan keterlibatan aktif pihak swasta, serta melahirkan generasi petani swadaya. Dan tahun 1994, Asian Agri mencatatkan sejarah sebagai perusahaan kelapa sawit pertama yang secara formal menyatakan penolakan pembakaran untuk pembukaan lahan melalui Kebijakan Tanpa Bakar (zero burning policy).