Asian Agri dan Fire Free Alliance (FFA)

Print

Asian Agri berada di garis depan dalam upaya pencegahan kebakaran sejak tahun 1994, menjadikan kami sebagai perusahaan kelapa sawit pertama di Indonesia yang melarang pembukaan lahan dengan pembakaran.

Pada 2016 kami meluncurkan Program Desa Bebas Api (FFVP) yang bekerja sama dengan masyarakat di sekitar perkebunan untuk mendorong mereka mencegah kebakaran di desa mereka. Pada tahun yang sama, Asian Agri menjadi salah satu pendiri Fire Free Alliance (FFA).

FFA merupakan kelompok yang melibatkan banyak pihak seperti perusahaan kehutanan dan pertanian yang bekerja sama dengan LSM dan mitra lainnya untuk menyelesaikan masalah kebakaran dan kabut yang menjadi masalah dan timbul dari pembakaran lahan. Kegiatan yang dilakukan FFA fokus melalui pendekatan pencegahan kebakaran dan kabut.

Selain Asian Agri, anggota FFA saat ini termasuk APRIL, Wilmar International Limited, Musim Mas, IDH, PM.Haze, Sime Darby dan IOI.

FFA didedikasikan untuk mendukung komitmen Pemerintah Indonesia terhadap ASEAN yang bebas kabut asap pada tahun 2020.

Sebagai upaya yang berkelanjutan, FFA telah memperluas jangkauan pencegahan kebakaran ke lebih dari 200 desa, yang mencakup setidaknya 1,5 juta hektar lahan di berbagai wilayah di Indonesia.

Salah satu proyek yang dijalankan oleh anggota FFA dengan desa-desa yang berpartisipasi adalah program "no-burn reward". Program ini memberi penghargaan kepada desa-desa yang berhasil mencegah kebakaran hutan. Selain itu, program ini merekrut individu dari masyarakat setempat sebagai pemimpin tim pencegah kebakaran dan spesialis pemadaman kebakaran di tingkat desa.

Selain menyediakan alternatif pertanian yang sesuai untuk kegiatan pengelolaan lahan, anggota FFA juga melakukan serangkaian upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dengan fokus pada peningkatan kesadaran tentang penggunaan api yang tidak sesuai dan dampak kebakaran.

Keanggotaan Asian Agri di FFA memungkinkan perusahaan untuk dapat berbagi praktik terbaik FFVP dengan pemangku kepentingan lainnya, dan juga belajar dari pengalaman. Pada tahun 2016, lima dari desa-desa yang berpartisipasi dalam proyek percontohan FFVP Asian Agri berhasil menjadi desa yang bebas dari api.

Pada Desember 2017, Asian Agri bermitra dengan 16 desa (sembilan di Riau dan tujuh di Jambi) dalam upaya pelaksanaan FFVP di kedua provinsi ini.

Pada tahun 2018, Asian Agri akan terus memfokuskan upayanya untuk membantu 16 desa yang berpartisipasi di bawah program FFVP.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa sekolah di desa-desa tentang pentingnya desa bebas api secara berkelanjutan.