Arif Budiman: Berkembang bersama Asian Agri Membangun Kelapa Sawit Lestari

Print

Arif Budiman tak menyangka jika hidupnya akan lebih baik setelah berhasil memperoleh beasiswa dari Tanoto Foundation pada 2010. Tujuh tahun kemudian, pemuda yang berusia 27 tahun ini dipercaya menjadi asisten afdeling di Perkebunan milik Asian Agri di Aek Nabara, Sumatra Utara, dimana ia bertanggung jawab terhadap 855 hektar perkebunan kelapa sawit.

Dengan tugas utama mengawasi proses penanaman, pemeliharaan, dan panen di perkebunan, pilihannya untuk bergabung ke Asian Agri merupakan pilihan yang tepat. "Saya tidak ragu untuk bergabung, karena Asian Agri adalah perusahaan yang besar dan stabil. Saya juga ingin mendalami ilmu mengenai industri kelapa sawit, jadi Asian Agri adalah tempat yang tepat untuk menggali pengetahuan tentang kelapa sawit," kata Arif.

Tidak hanya mendapatkan ilmu, ia juga dapat membantu perekonomian keluarganya. "Dari penghasilan yang saya dapatkan, saya bersyukur bisa membantu membiayai kuliah adik dan keperluan keluarga," jelas Arif, anak kedua dari tiga bersaudara ini.

Arif lulus dari Universitas Riau (UNRI) pada 2013 silam dan langsung memulai karirnya di Asian Agri sebagai trainee. Sebelum bergabung menjadi karyawan tetap, ia harus terlebih dahulu mengikuti pelatihan di Asian Agri Learning Institute (AAALI) selama enam bulan. "Saat di AAALI, saya dilatih untuk kuat dan mandiri, secara fisik dan mental. Selain itu, dilatih juga untuk disiplin. Pelatihan itu membuat saya menjadi pribadi yang lebih baik."  

Saat pertama kali bergabung di Asian Agri, Arif dipercayakan sebagai asisten monitoring selama empat bulan. Setelah itu, ia menjadi asisten di Kebun Bahilang, Sumatra Utara dan kemudian menjadi asisten peremajaan (replanting). Saat ini, Arif adalah seorang asisten afdeling yang bertanggung jawab untuk memantau perkebunan.


Posisi yang diembannya cukup menantang. Ia harus mengelola aspek-aspek lingkungan di perkebunan dan memastikan target produksi terpenuhi. Setiap area di perkebunan memiliki banyak pekerja, mulai dari petani sawit, karyawan, hingga manajer, sehingga penting untuk mewujudkan visi dan misi yang sama. "Kemampuan komunikasi yang baik sangat dibutuhkan untuk memastikan setiap proses di kebun berjalan dengan lancar."

Untuk mencapai karirnya saat ini, Arif melaluinya dengan perjuangan panjang. Semua bermula saat ia mendapatkan beasiswa National Championship Scholarship dari Tanoto Foundation untuk mempelajari Agribisnis di Universitas Riau. Pertama kali mengetahui beasiswa ini dari temannya dan memutuskan untuk mendaftar. "Saya berterima kasih kepada Tanoto Foundation karena telah menopang kebutuhan finansial saya saat kuliah. Tak hanya secara finansial saja, namun program Tanoto Foundation juga membuat saya berkembang dalam segi pengetahuan," kenang Arif.

Sebagai bagian dari studi, Arif mengikuti program magang selama dua bulan di perkebunan Asian Agri di Riau. Melalui program magang tersebut, ia mendapatkan lebih banyak pengetahuan tentang industri kelapa sawit.


Arif sangat bersyukur dengan apa yang telah ia raih sejauh ini, namun ambisinya tidak berakhir begitu saja. Sekarang, mimpinya adalah untuk melanjutkan pendidikan pasca sarjana demi melanjutkan karirnya di industri agribisnis.