ARTIKEL

Kerajinan dari Pelepah Sawit yang Bernilai Ekonomis

Kumpulan warga Desa Mekar Jaya SP5, Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau memiliki galeri bernama Maju Jaya Lidi, yang berhasil memanfaatkan pelepah sawit menjadi kerajinan bernilai ekonomis sejak tahun 2018 lalu.

Tumpukan lidi yang berasal dari pelepah sawit ini dimanfaatkan menjadi beragam kerajinan, seperti piring, nampan, tempat buah, tempat minuman gelas, dan kerajinan lainnya yang dapat membantu perekonomian warga desa.

Selengkapnya: Kerajinan dari Pelepah Sawit yang Bernilai Ekonomis

Petani Generasi Kedua Sukses Berbisnis Pom Bensin Mini

Tiga puluh tahun yang lalu, kehidupan Novia dan keluarganya bisa dibilang sulit dan penuh dilema. Kedua orang tua Novia ingin memperbaiki nasib keluarga mereka, namun, di daerah asalnya, Jombang, Jawa Timur saat itu sudah padat penduduk sehingga sulit untuk mencari pekerjaan tetap.

Pada tahun 1990, keluarga Novia ditawari untuk mengikuti program transmigrasi Pemerintah (PIR - Trans) merantau ke Pelalawan, Riau, untuk berkebun sawit. Melalui program PIR Trans ini, pemerintah Indonesia mendorong pola kerja sama antara petani kelapa sawit dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit, salah satunya Asian Agri.

Selengkapnya: Petani Generasi Kedua Sukses Berbisnis Pom Bensin Mini

Ternak Bebek Petelur untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Ternak bebek petelur merupakan salah satu strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat yang cukup menguntungkan. Pasalnya, selain ayam, bebek diketahui sebagai salah satu ternak unggas penghasil telur yang cukup potensial.

Selain harga telur bebek yang lebih mahal dari telur ayam, kandungan nutrisi dalam telur bebek juga lebih tinggi dibandingkan telur ayam. Tak heran jika telur bebek telah memiliki pangsa pasar yang cukup luas, bahkan mampu menembus pasar ekspor. Terlebih lagi, ternak bebek secara mandiri pun terbilang cukup mudah untuk dipelajari.

Selengkapnya: Ternak Bebek Petelur untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Tantangan Menjadi Bidan di Lingkungan Perkebunan

Menjadi seorang Bidan bukanlah profesi yang mudah, terlebih lagi menjadi seorang Bidan di lingkungan perkebunan Asian Agri, tentunya memiliki tantangan tersendiri.

Lilis Anggreni dan Khusniati Fadhillah, mereka adalah Bidan perusahaan Asian Agri. Khusniati Fadhillah yang akrab dipanggil Dhillah bergabung sebagai Bidan perusahaan sejak tahun 2013 silam, sedangakan Lilis Angreeni atau yang lebih akrab dipanggil Lilis baru bergabung sebagai Bidan perusahaan pada Maret 2020 lalu.

Selengkapnya: Tantangan Menjadi Bidan di Lingkungan Perkebunan