Estate: Erika Sianturi

Erika Sianturi sempat terkejut ketika pertama kali ditempatkan di perkebunan kelapa sawit Asian Agri yang terletak jauh dari perkotaan. Namun ketangguhannya membuat Erika bertahan hingga dapat memetik pelajaran berharga dari perjalanan karirnya bersama Asian Agri!

Menempuh pendidikan di Jurusan Kehutanan, Universitas Sumatera Utara, Erika selalu tertarik pada dunia pertanian. Ia pun berambisi untuk dapat meniti karir di perusahaan kelapa sawit.

Oleh karena itu, ketika kampusnya mengadakan kerja sama dengan Asian Agri untuk perekrutan karyawan baru, Erika tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk berkarir di salah satu perusahaan kelapa sawit terbesar di Indonesia ini.

Di tahun 2012, Erika mendaftar untuk dapat bekerja di Asian Agri dan lulus seleksi yang mengantarkannya untuk menjalani pelatihan dasar kedisplinan di Asian Agri Learning Institute (AALI) yang berlokasi di Provinsi Riau.

Selama enam bulan, Erika harus menempuh setiap tahap pelatihan yang berat bersama puluhan kandidat lainnya. Banyak kandidat yang gugur, namun ketangguhan Erika mengantarkannya sebagai salah satu kandidat yang lolos menjadi staf Asian Agri.

Setelah pelatihan, Erika langsung ditugaskan sebagai Asisten Replanting di perkebunan kelapa sawit Asian Agri di Desa Gunung Melayu, Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara.

“Awalnya saya sempat kaget karena perkebunan kelapa sawit tempat saya bertugas sangat jauh dari perkotaan. Jarak tempuhnya sekitar dua jam menggunakan mobil!” ungkap perempuan kelahiran 30 April 1989 ini.

“Namun saya selalu berprinsip untuk berani menghadapi berbagai tantangan yang ada di depan mata. Saya bulatkan tekad saya untuk menjalani jalan yang sudah menjadi pilihan saya,” lanjutnya.

Erika berusaha keras untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan perkebunan kelapa sawit. Selama dua tahun ia pun banyak mempelajari berbagai pengetahuan mengenai peremajaan lahan perkebunan kelapa sawit.

Tekad kuatnya untuk berkembang bahkan membantu Erika mendapatkan penghargaan dari perusahaan melalui ajang Asian Agri Innovation Award (AAIA) di tahun 2013.

Asian Agri Innovation Award adalah ajang penghargaan yang digagas oleh perusahaan untuk para asisten yang berhasil melahirkan inovasi-inovasi baru yang berkaitan dengan perkebunan kelapa sawit.

“Waktu itu saya membuat inovasi terkait metode cangkok tanaman kacangan untuk lahan area kebun yang sudah mengalami proses peremajaan lahan atau replanting,” kata Erika, seraya menambahkan, “ Saya betul-betul tidak menyangka dapat memenangkan AAIA. Itu adalah bentuk apresiasi yang begitu berarti bagi saya. Saya rasa tidak ada perusahaan kelapa sawit lain yang memerhatikan kesejahteraan dan perkembangan karyawan sebaik Asian Agri!”

Di tahun 2014, Erika dipindahtugaskan ke perkebunan kelapa sawit Asian Agri di Desa Negeri Lama, Kabupaten Labuhan Batu, sebagai Asisten Afdeling.

Pada tahap ini, perempuan yang berasal dari Medan, Sumatera Utara, ini menghadapi tantangan yang lebih besar lagi.

“Sebagai Asisten Afdeling, saya tidak hanya berhadapan dengan permasalahan terkait perkebunan kelapa sawit saja, namun juga harus mampu mengatasi permasalahan sosial yang timbul,” ujar Erika.

Menjadi Asisten Afdeling perempuan di lingkungan perkebunan kelapa sawit bukanlah tugas yang mudah. Erika harus mampu berhadapan dengan mayoritas pekerja laki-laki yang usianya jauh lebih tua darinya.

“Saya banyak belajar bagaimana membimbing pekerja kebun yang usianya jauh di atas saya. Sebagai Asisten Afdeling, saya harus terus memantau dan mengingatkan agar para pekerja kebun bekerja sesuai dengan pedoman-pedoman yang telah ditetapkan oleh perusahaan,” ungkapnya.

Erika pun mengungkapkan ia sangat berterima kasih kepada perusahaan yang telah melatihnya dan mempersiapkan mentalnya selama berproses di AAALI sehingga ia dapat menghadapi segala kesulitan dengan baik.

“Pihak manajemen perusahaan juga sangat memperhatikan kondisi asisten-asisten perempuan yang ditugaskan di perkebunan kelapa sawit yang jauh dari perkotaan. Saya tidak pernah dibiarkan untuk bekerja sendirian, terlebih ketika hari sudah larut,” terangnya.

Setelah empat tahun berproses sebagai Asisten Afdeling, Erika kembali dipindahtugaskan. Kali ini manajemen perusahaan menempatkannya di kantor pusat Asian Agri di Medan untuk bertugas sebagai staf di Estate Department.

“Meskipun sudah tidak bekerja di perkebunan kelapa sawit, namun bekal yang saya peroleh selama bekerja di lapangan telah membentuk karakter saya. Saya menjadi individu yang lebih sabar dan selalu berusaha menempatkan kepentingan orang lain sebelum kepentingan pribadi saya. Itu semua saya pelajari selama berproses di lingkungan perkebunan kelapa sawit,” ujar perempuan yang kini telah berkeluarga dan memiliki satu putra ini.

Bagi Erika, bergabung dengan salah satu perusahaan kelapa sawit terbesar di Indonesia merupakan keputusan terbaik dalam hidupnya.

“Saya bangga menjadi bagian dari Asian Agri. Bukan hanya karena skala bisnisnya yang telah mendunia, namun karena saya merasa Asian Agri betul-betul menaungi karyawan perempuannya,” terangnya.

Menurut Erika, perusahaan selalu membuka kesempatan selebar-lebarnya bagi karyawan perempuan untuk dapat berkembang hingga menjadi pemimpin.

“Saya melihat langsung para pemimpin perempuan di perusahaan ini yang betul-betul menginspirasi. Mereka adalah sosok yang memotivasi saya untuk selalu bekerja dengan optimal, di bagian manapun saya ditempatkan!” pungkas Erika.

Ikuti jejak Erika! Bersama Asian Agri, ciptakan masa depan yang berkelanjutan bagi masyarakat dan negara karena kami adalah bagian dari kehidupan masyarakat. Bergabunglah bersama kami!