PERUSAHAAN

Bermanfaat bagi Perusahaan

 

Keberlanjutan Bisnis

Asian Agri memiliki 27 kebun dengan kapasitas lebih dari 160.000 hektar areal yang telah ditanami kelapa sawit di Sumatera, Indonesia. Sebagian besar dari tanaman kelapa sawit ini sedang memasuki masa paling produktif dari 25 tahun usia produktifnya.

Selama lebih dari 30 tahun, Asian Agri telah mengembangkan sebuah strategi terpadu yang ditujukan untuk memproduksi dan mengolah produk kelapa sawit. Strategi ini memanfaatkan seluruh keunggulan dari berbagai macam kondisi alam di Indonesia sehingga membuat indonesia menjadi salah satu daerah penghasil minyak sawit paling ideal di dunia. Tanaman tropis ini tumbuh subur di sekitar 10 derajat Lintang Utara dan Selatan dari garis khatulistiwa --yang membagi Sumatera menjadi dua bagian. Kondisi iklim yang mendukung antara dua lintang ini dilengkapi pula oleh tanah yang subur dan ketersediaan tenaga kerja yang berlimpah.


Konsistensi Persediaan

Fokus Continuous Improvement Asian Agri adalah pada peningkatan Oil Extraction Rate (OER). Asian Agri menjalankan Best Practice Blok (BPB) sebagai langkah menuju ≥ 35 ton TBS/hektar, maka potensi perolehan CPO yang dicapai sebesar ≥ 7.5 ton CPO/hektar per tahun.

Kelapa sawit mempunyai keuntungan dari komoditas pertanian lainnya yakni memiliki hasil yang optimal dan efisien dalam penggunaan lahan. Kelapa sawit menggunakan 6% lahan di dunia namun mampu menghasilkan 7 - 10 kali dibanding komoditas lainnya. Kelapa sawit dapat menghasilkan 4.17 ton per hektar, jauh berbeda dengan tanaman lain. Kedelai misalnya, hanya mencapai 0.39 ton per hektar.

 


 

Lacak Balik

Penelusuran atau pelacakan (traceability) adalah proses validasi pada tiap tingkat produksi di industri kelapa sawit. Tujuan proses ini untuk memastikan bahwa setiap titik proses mendukung berkelanjutan. Prinsip traceability ini diperlukan untuk mendeteksi resiko di mana masih ada perusahaan yang melakukan mixing antara Certificate Sustainable Palm Oil (CSPO) dan unknown source, sehingga perlu dilacak bahwa sawit tersebut benar-benar sustainable.

Melalui penelusuran, rantai pasokan minyak sawit dapat diakses oleh semua orang. Setiap titik asal mulai dari perkebunan ke konsumen harus didokumentasikan. Tingkat transparansi yang lebih tinggi digunakan sebagai bukti untuk pengawas industri bahwa rantai pasokan kelapa sawit berasal dari sumber yang jelas.

Penelusuran ini juga membantu menyingkirkan perusahaan nakal yang gagal memenuhi standar ramah lingkungan. Dengan cara ini, setiap tetes minyak sawit mentah bisa ditelusuri dan tentu memaksa perusahaan mematuhi standar-standar untuk mencapai keberlanjutan yang sesungguhnya. Penelusuran juga bisa memberikan kontribusi positif bagi kehidupan masyarakat setempat. Sebagaimana seharusnya, proses tidak hanya memperhitungkan dampak lingkungan dari produksi minyak sawit, tetapi juga dampak sosialnya. Penelusuran tidak hanya menunjukkan asal minyak sawit dari sumber yang ramah lingkungan, tetapi juga menunjukkan bukti bahwa perkebunan bertanggungjawab kepada masyarakat lokal.


Kualitas Produk

Salah satu komitmen Asian Agri dalam menjaga kelestarian lingkungan adalah dengan hanya menerima Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dari petani swadaya Asian Agri dan pemasok buah kelapa sawit pihak ketiga yang menyertakan dokumentasi yang legal atas sumber TBS mereka. Hal ini untuk memastikan pasokan TBS perusahaan berasal dari sumber kebun sawit yang legal guna mencegah perambahan hutan alam dan kawasan lindung, menghentikan kegiatan perkebunan sawit ilegal dan membangun rantai pasokan secara berkelanjutan.

Asian Agri juga merupakan perusahaan yang berkomitmen memberikan insentif 4% kepada petani yang menghasilkan kualitas buah sawit yang telah memenuhi standar sertifikasi internasional, RSPO. Hasilnya, para petani semakin termotivasi memberikan TBS yang terbaik. Terbukti dengan lebih dari 72% perkebunan inti dan plasma Asian Agri di Sumatra Utara, Riau dan Jambi telah bersertifikat RSPO. Ditargetkan pada tahun 2015 seluruhnya telah mendapat sertifikat RSPO.

 


 

Keterlibatan dengan Masyarakat

Asian Agri memberikan bimbingan dan pendampingan kepada petani sawit, sejak masa pembibitan, perawatan, proses panen, hingga saat ini memasuki masa replanting. Asian Agri memberdayakan petani dalam mengembangkan metode perkebunan kelapa sawit plasma dan swadaya. Asian Agri juga telah berkomitmen dalam membina kelompok tani selama puluhan tahun, yang berimbas terhadap kesejahteraan para petani. Kini kelompok tani yang berada di bawah binaan Asian Agri telah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Salah satunya dibuktikan dengan pendapatan rata-rata petani yang berada diatas UMR provinsi.

Komitmen untuk bermitra dalam jangka panjang antara perusahaan kelapa sawit dengan para petani ini menjadi salah satu indikator kesuksesan bisnis minyak kelapa sawit yang berkelanjutan. Bentuk kemitraannya adalah membekali para petani dengan ilmu dan pengetahuan mengenai perkebunan kelapa sawit yang baik dan benar.