PENCIPTAAN NILAI BERSAMA

PENCIPTAAN NILAI BERSAMA

“Perusahaan Harus Bermanfaat Bagi Masyarakat, Negara dan Perusahaan Itu Sendiri”

− Sukanto Tanoto −

 

Sebagai salah satu pelopor skema petani kemitraan di Indonesia, Asian Agri yang saat ini bekerja sama dengan 29.000 petani plasma dengan luas lahan 60.000 hektar telah memiliki kapasitas, pengetahuan dan pengalaman dalam menjalin hubungan kerja sama dan terlibat langsung dengan petani sawit.

Melihat pengalaman dalam kemitraan dengan petani plasma, Asian Agri memulai program pembinaan kepada petani swadaya. Tujuannya untuk membawa kehidupan yang lebih baik kepada petani swadaya, produktivitas industri yang lebih baik dan pengelolaan lingkungan yang lebih baik.

Program ini dimulai pada tahun 2011 sejak tim Asian Agri mulai terlibat dengan sejumlah petani swadaya di Negeri Lama, Sumatra Utara. Pada akhir tahun 2014, Asian Agri telah bermitra dengan 3.615 petani swadaya yang mewakili 11.242 hektar lahan. Terhitung sejak Juni 2015 jumlah petani swadaya yang bermitra telah berkembang menjadi 4.924 petani dengan jumlah lahan 16.342 hektar.

Untuk mendukung program kemitraan ini, Asian Agri membentuk tim yang awalnya hanya terdiri beberapa orang menjadi tim lengkap terdiri dari 20 orang yang memiliki seorang manajer sebagai pengawas di lapangan. Manager Swadaya bertugas secara konsisten terlibat dengan petani setiap harinya.

Tim Asian Agri membina petani swadaya dimulai dari pembentukan koperasi, membangun kebersamaan, pendidikan pengetahuan pertanian, merekomendasikan pupuk, termasuk memberikan bantuan bibit dan pembiayaan seperti perbaikan infrastruktur.

 

Pendampingan yang diberikan Asian Agri kepada petani:

  1. Pembentukan Koperasi
    Asosiasi Amanah merupakan satu-satunya petani swadaya dan pertama di Indonesia yang meraih sertifikasi RSPO atas binaan Asian Agri. Asosiasi yang terletak di Desa Bukit Jaya, Trimulya Jaya dan Air Emas ini beranggotakan 10 kelompok tani (KT) dengan 349 kepala keluarga dan luas lahan 763 hektar dengan tahun tanam tahun 2000. Dalam mencapai RSPO, Asosiasi Amanah melalui Koperasi Amanah mengadakan sosialisasi dalam waktu ke waktu kepada setiap kelompok tani. Mereka juga ditunjang dengan pelatihan tentang Principle & Criteria (P&C) RSPO dan menciptakan rasa kebersamaan.
  2. Pemberian Bantuan Bibit
    Saat ini lahan petani swadaya menghasilkan 15% minyak kelapa sawit dengan 2.25 MT CPO per tahunnya. Padahal potensi lahan tersebut apabila dikelola dengan baik dapat menghasilkan 18% atau sebesar 3.6 MT CPO per tahunnya. Hasil kelapa sawit petani swadaya dapat lebih maksimal apabila ditanami dengan bibit baru. Presentasi minyak kelapa sawit yang dihasilkan dapat mencapai 25% dengan total penghasilan CPO sebesat 7.5 MT per tahun.
  3. Penanganan Hama Kelapa Sawit
    Asian Agri menangani hama yang mengganggu pertumbuhan kelapa sawit dengan menjalankan kebijakan Integrated Pest Management. Untuk menangani hama ulat api misalnya, Asian Agri menggunakan predator alami Sycanus sp. yang disediakan tempat tinggalnya. Asian Agri melakukan penanaman bunga puku delapan (Turnera subulata) dan Cassia tora. Kami sangat meminimalisir penggunaan pestisida atau bahan kimia lainnya untuk menanggulangi hama.
  4. Aplikasi EFB, Effluent Cake, Solid, Penggunaan Pupuk,
    Janjangan kosong atau EFB (empty fruit bunch) merupakan bekas TBS (tandan buah segar) yang berondolannya sudah lepas pada saat pengolahan di pabrik kelapa sawit. Dari setiap TBS yang diolah akan dihasilkan 20% janjangan kosong dari setiap berat TBS yang diolah. Janjangan kosong (jankos) sangat kuat menyerap dan menyimpan air. Jankos dapat dijadikan sebagai mulsa untuk menahan air agar ketersediaan air bagi tanaman lebih terjamin terutama untuk kelapa sawit TBM. Jankos juga mengandung nutrisi utama yang dibutuhkan kelapa sawit.
    Limbah cair dari pabrik yang tidak dapat digunakan bagi aplikasi lahan, diproses di dalam pengolahan limbah cair. Dari 19 pabrik yang dimiliki, setiap pabrik dilengkapi dengan pengolahan limbah. Pengolahan limbah ini diawasi secara rutin oleh R&D, tim manajemen lingkungan Asian Agri serta badan pemerintahan di bidang perlindungan terhadap lingkungan. Hasil dari pengolahan limbah cair ini adalah air yang telah memenuhi standar minimum yang ditetapkan oleh pemerintah. Air hasil pengolahan limbah ini juga diperiksa secara rutin, termasuk di antaranya air yang berada di sekitar pabrik dan digunakan oleh masyarakat lokal.
  5. Integrasi Sapi Dengan Kelapa Sawit
    Salah satu cara Asian Agri untuk mengoptimalkan pemanfaatan limbah kelapa sawit adalah integrasi tanaman kelapa sawit dengan sapi. Pengembangan ternak sapi ini perlu didorong mengingat Indonesia belum berswasembada daging. Hasil sampingan atau limbah kelapa sawit berupa pelepah daun sawit, lumpur sawit, serat perasan buah serta bungkil sawit dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Melalui Program Sistem Integrasi Sapi Kelapa Sawit (SISKA), para petani Asian Agri memiliki sumber penghasilan alternatif dan mampu memanfaatkan limbah kelapa sawit dengan baik. Beternak sapi bisa menghemat belanja pupuk hingga Rp1.750.000/Kaveling/tahun dan dapat meningkatkan penghasilan petani sebesar Rp143.875/ekor/bulan.

Target kedepan yang akan dilakukan Asian Agri dan petani swadaya meningkatkan produktivitas dengan melakukan pengelolaan yang terbaik pada lahan dan memaksimalkan potensi perolehan TBS. Dengan demikian dapat mengoptimalkan pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan hidup para petani. Keseluruhan target tersebut dapat dicapai dengan memiliki pemahaman yang sama mengenai perspektif keberlanjutan dan menolak praktik-praktik yang tidak berkelanjutan.