STANDAR DAN SERTIFIKASI

Seperti yang dituangkan dalam Kebijakan Keberlanjutan kami, Asian Agri berkomitmen untuk memastikan seluruh jaringan rantai pasok dari 30,000 petani mitra kami mengadopsi praktik kebijakan terbaik dalam menghasilkan minyak kelapa sawit lestari.

Perjalanan keberlanjutan ini dipertegas dengan keanggotaan kami dalam skema sertifikasi lokal dan internasional yang memberikan akses terhadap layanan sertifikasi pihak ketiga yang independen, serta standar global untuk kemajuan pelaksanaan komitmen keberlanjutan kami.

 

RSPO

Pada tahun 2006, Asian Agri menjadi anggota dari Roundtable of Sustainable Palm Oil (RSPO), sebuah standar sertifikasi global berbagai pemangku kepentingan yang mengembangkan dan melaksanakan tata kelola perkebunan sawit lestari berstandar global. Kami menerima sertifikasi RSPO yang pertama untuk perkebunan kami pada tahun 2010, dan pada tahun 2012 untuk petani mitra kami.

Pada tahun 2013, kami membina petani swadaya mitra untuk memperoleh sertifikat RSPO pertama bagi petani swadaya di Indonesia. Saat ini, 86% perkebunan kami dan 100% perkebunan petani plasma telah bersertifikat RSPO dan kami menargetkan akan mencapai sertifikasi penuh pada tahun 2018.

 

ISCC

International Sustainability & Carbon Certification (ISCC) adalah sistem sertifikasi global yang terbentuk berdasarkan EU Directive untuk tanaman pertanian dan perkebunan sebagai bahan baku mentah untuk memproduksi biofuel, makanan, pakan, dan bahan kimia.

Sejak dibentuknya pada tahun 2008, ISCC berorientasi pada pemanfaatan lahan secara berkelanjutan, pengurangan gas emisi rumah kaca, dan keberlanjutan sosial. 

Seluruh pabrik dan perkebunan Asian Agri serta perkebunan milik petani binaan telah seluruhnya disertifikasi oleh ISCC, dan telah menjadi anggota sejak tahun 2013. Komitmen perusahaan juga diimplementasikan dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) di sekitar pabrik kelapa sawit untuk mengurangi gas emisi rumah kaca. Asian Agri berencana untuk membangun 20 PLTBg di tahun 2020, sesuai dengan jumlah pabrik yang dimiliki oleh perusahaan.

 

ISPO

Asian Agri juga bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia melalui keanggotaan kami di Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang dibentuk oleh Kementerian Pertanian Indonesia pada tahun 2009. Dari sertifikat ISPO pertama kami untuk 6 pabrik dan 5 perkebunan di tahun 2013, saat ini kami telah mencapai 91% ISPO – beberapa unit sedang dalam tahap akhir sertifikasi dan akan selesai di tahun 2018.