Sistem Penelusuran

Asian Agri bertanggung jawab terhadap setiap Tandan Buah Segar (TBS) sawit yang masuk dan diproses di pabrik. Sistem penelusuran TBS sawit merupakan langkah awal untuk memastikan rantai pasokan yang diterima oleh perusahaan berasal dari pengelolaan terbaik dan dapat dipertanggungjawabkan kualitasnya. TBS yang diolah di pabrik pengolahan Asian Agri bersumber dari kebun inti, kebun petani plasma, serta pemasok pihak ketiga. Proses identifikasi TBS sawit dari pemasok pihak ketiga merupakan hal yang cukup sulit untuk dilakukan, terkait kompleksitas untuk dalam mengidentifikasi asal dan kualitas perawatan TBS sawit sebelumnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Asian Agri mengembangkan strategi sistematis yang membantu perusahaan dalam mengidentifikasi asal dari setiap TBS sawit yang masuk dan diolah di pabrik kami:

  1. Mengidentifikasi para pemasok

    Pasokan TBS sawit dari kebun inti dan petani mitra dapat dilacak dengan mudah. Pasokan TBS sawit kami datang dari 100.000 ha kebun inti milik Asian Agri dan 60.000 ha dari petani plasma yang bermitra dengan perusahaan. Untuk pemasok pihak ketiga, kami mengambil langkah awal dengan mendaftarkan terlebih dahulu para pihak yang akan memasok buahnya ke pabrik pengolahan sawit Asian Agri, dan proses pendaftaran ini sudah diselesaikan pada tahun 2014.

  2. Keterlibatan dan verifikasi

    Kami percaya langkah selanjutnya untuk mengidentifikasi para pemasok pihak ketiga adalah melalui keterlibatan dan verifikasi. Kami mengkomunikasikan setiap kebijakan kami yang berkaitan dengan legalitas lahan, tanaman, serta tanggung jawab pihak ketiga dalam melakukan praktik yang ramah lingkungan. Pihak ketiga yang telah diidentifikasi diminta untuk menyerahkan data dan menandatangani pernyataan persetujuan dengan kebijakan yang telah kami tetapkan. Kami juga menggunakan data tersebut untuk melacak lokasi perkebunan mereka dan melakukan survey langsung ke lokasi untuk memastikan kebenaran data yang telah diberikan.

Grafik di bawah menunjukkan kemajuan yang kami telah hasilkan untuk memastikan seluruh TBS sawit yang masuk ke setiap pabrik kami 100% berkualitas dan sesuai dengan kebijakan perusahaan. Berbagai pembaruan akan terus dilakukan untuk menciptakan memastikan strategi yang dilakukan dapat berfungsi dengan maksimal.

Kami percaya bahwa inisiatif yang dilakukan lewat sistem penelusuran TBS sawit akan memberikan dampak positif bagi para pemasok kami dan menumbuhkan kolaborasi dari berbagai pihak untuk menciptakan solusi terhadap peningkatan kualitas produk sawit dan turunannya.

 

View our SUPPLY CHAIN MAP

 

 

 

Pengukuran Sistem Penelusuran

Kami berfokus pada perolehan data dari setiap TBS sawit yang masuk dan diproses di pabrik kami hingga 2016. Kami menggunakan pendekatan volumetrik untuk memberikan cerminan dari persentase minyak yang dapat dilacak.

Saat ini pemasok kami terdiri dari dua kategori yang berbeda:

  1. Pihak luar – individu/perusahaan yang memiliki perkebunan >25 ha
  2. Petani – individu yang memiliki perkebunan >25 ha. Petani ini memasok ke pabrik kami berbagai perantara, yaitu:
    • Langsung
    • Berkelompok mis. Koperasi/ Gapoktan/ Asosiasi
    • Agen

Kami memperoleh data dari para petani tersebut melalui dukungan dari para pemasok langsung dan mitra. Sistem penelusuran mendasari kami untuk mengidentifikasi petani yang dapat kita libatkan dalam proses transformasi.

Sejalan dengan komitmen perusahaan untuk memproses buah-buah yang berasal dari praktik pengelolaan yang berkelanjutan, Asian Agri melarang dengan keras buah ilegal dari para pemasok. Setiap pemasok yang terdaftar, telah diinformasikan mengenai kebijakan, komitmen, dan konsekuensi yang akan diberikan perusahaan jika nantinya ditemukan TBS sawit yang ilegal. Para pemasok telah diminta untuk menandatangani surat pernyataan yang menyatakan bahwa lahan dan TBS sawit yang mereka pasok, memenuhi standar dan kebijakan kami.

Kami juga memiliki program kemitraan dengan para petani swadaya untuk memberikan pengetahuan serta pendampingan seperti yang kami terapkan pada petani plasma Asian Agri. Untuk menjadi petani swadaya mitra Asian Agri, para petani diminta untuk membentuk kelompok tani dan memiliki dokumen legal mengenai kepemilikan lahan. Setelah disetujui, para petani akan dilatih dan diberikan pendampingan mengenai praktik manajemen terbaik pada untuk mengelola perkebunan kelapa sawit. Dengan demikian, kami tidak hanya dapat membangun transformasi keberlanjutan antara pemasok kami, tetapi kami juga dapat memastikan buah yang diolah di pabrik kami telah sesuai dengan standard dan kebijakan yang telah ditetapkan.