LAPORAN KEBERLANJUTAN

Di Indonesia, industri kelapa sawit memainkan peranan penting dalam status sosial ekonomi negara. Lebih dari 4,5 juta orang bekerja dalam industri sawit, secara tidak langsung berdampak pada kehidupan 15 juta rumah tangga. Dampak multiplier industri terhadap lapangan kerja, kesehatan, pendidikan di daerah pedesaan telah sangat mendalam. Meskipun demikian, sejak tahun 2008, industri sawit telah menerima kritik berat dan pengawasan terkait dengan deforestasi, hilangnya habitat spesies dilindungi dan terancam punah, kebakaran hutan dan isu kabut, konflik sosial dan kontribusinya terhadap perubahan iklim.

Beberapa kekhawatiran disuarakan oleh LSM lingkungan dan sosial yang mungkin berlaku di antara para pemangku kepentingan, termasuk pihak kami, sebagai salah satu produsen minyak kelapa sawit terbesar di Indonesia. Hal ini merupakan komitmen kami untuk mengelola operasi dengan manajemen terbaik dan praktik-praktik berkelanjutan. Kami tidak dapat mentolerir jika operasi minyak sawit dikelola tanpa memedulikan lingkungan dan pemangku kepentingan. Keprihatinan ini, jika tidak ditangani dengan benar, akan mencoreng citra industri dan berdampak pada mata pencaharian jutaan rumah tangga. Produksi minyak sawit berkelanjutan adalah satu-satunya cara yang tepat dan pergerakan maju untuk industri dan pertumbuhan sosial ekonomi bangsa.

Kami berkomitmen pada diri sendiri, termasuk kepada petani kami untuk memproduksi sawit yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Hal ini merupakan tonggak yang sangat penting bagi industri sawit yang merupakan komitmen di antara para pemain perkebunan besar yang telah terbukti rekam jejaknya dalam memproduksi minyak sawit berkelanjutan dengan standar tinggi. Komitmen ini juga telah menerima dukungan dan dorongan dari beberapa LSM terkemuka.

Kami secara aktif berpartisipasi dalam mengimplementasikan dari inisiatif ini. Kami melihat komitmen ini sebagai kesempatan untuk mengembangkan praktik-praktik perkebunan terbaik kami yang sejalan dengan ekspektasi pasar. Hal ini tidak hanya membantu kami untuk menjadi maju, tetapi juga memastikan bahwa kami berada di ujung tombak dan merupakan bagian dari gerakan dalam menetapkan agenda keberlanjutan. Kami sangat mendorong para pemangku kepentingan untuk bekerja bergandengan tangan untuk mengubah pasar melalui manajemen praktik-praktik perkebunan terbaik.

Kami telah berangkat bersama dengan pemangku kepentingan yang terus melibatkan mereka untuk lebih memahami harapan mereka dan bekerja keras untuk merespons secara efektif. Jika melihat ke belakang, perjalanan kami dimulai pada bulan Februari 2006 ketika pada saat menjadi anggota dari Roundtable of Sustainable Palm Oil (RSPO).

Kami terus untuk memulai dan perlahan maju dalam standar keberlanjutan lainnya seperti Internasional Sustainability and Carbon Certification (ISCC) dan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

Saat ini kami telah 100% tersertifikasi ISCC. Kami berkomitmen untuk menyertifikasi semua pabrik dan perkebunan kami berdasarkan Prinsip dan Kriteria RSPO dan ISPO pada tahun 2015. Sekitar 635,000 MT CPO, telah disertifikasi termasuk pabrik, perkebunan dan plasma yang membuat Perusahaan ini menjadi salah satu produsen bersertifikat terbesar di Indonesia. Selain sertifikasi, misi kami menjadi 100% sumber buah yang dapat dilacak balik pada tahun 2016.

Kami tidak sendirian dalam inisiatif ini. Kami bermitra dengan 30,000 dari petani kemitraan (plasma), yang meliputi total 60,000 hektar lahan - salah satu yang terbesar di Indonesia. Petani kami juga terlibat dalam praktik-praktik berkelanjutan, dan juga telah menerapkan standar yang diakui secara internasional sejak 2011. Saat ini mereka memegang peran yang signifikan dengan kontribusi volume 25% untuk rantai pasokan kami. Mereka menghasilkan sekitar 184,000 MT CPO yang bersertifikat RSPO dan ISCC, hal ini menjadikan mereka salah satu yang terbesar di Indonesia.

Petani swadaya juga mitra strategis kami dalam melaksanakan komitmen keberlanjutan. Mereka memegang peranan 25% dari produksi rantai pasokan kami. Kami sedang terlibat dengan sekitar 30,000 petani swadaya untuk memasok dengan kualitas produksi yang baik melalui pelatihan praktik-praktik perkebunan terbaik. Petani independen kami yang berada di Riau, yaitu Amanah Asosiasi Petani Independen, telah menerima sertifikasi RSPO pada 2013 sebagai sertifikasi petani independen pertama RSPO di Indonesia.

Hal ini menunjukkan bahwa kelompok-kelompok petani, plasma maupun independen, bersedia bekerja sama dengan kami untuk hasil yang lebih baik. Produksi minyak sawit berkelanjutan melalui praktik-praktik perkebunan terbaik telah memungkinkan mereka untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dan menjadi lebih produktif, serta mengurangi biaya melalui efisiensi operasional yang lebih tinggi. Hal ini memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan dan kesejahteraan mereka. Minyak sawit berkelanjutan adalah solusi yang sesuai bagi petani dan konsumen.