PERKEBUNAN

Pengelolaan Kebun yang Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan

 

Asian Agri memiliki 27 kebun kelapa sawit yang berada di Propinsi Riau, Jambi dan Sumatera Utara. Asian Agri mengelola 160.000 hektar lahan dengan luas kebun inti 100.000 hektar sementara 60.000 hektar yang lain merupakan milik petani. Estate pertama selama lebih dari 30 tahun, Asian Agri telah mengembangkan sebuah strategi terpadu yang ditujukan untuk memproduksi dan mengolah produk kelapa sawit, dengan memanfaatkan seluruh keunggulan dari berbagai macam kondisi alam di Indonesia yang membuat indonesia menjadi salah satu daerah penghasil minyak sawit paling ideal di dunia. Tanaman tropis ini tumbuh subur di sekitar 10 derajat Lintang Utara dan Selatan dari garis katulistiwa yang membagi Sumatra menjadi dua bagian. Kondisi iklim yang mendukung antara 2 lintang ini dilengkapi dengan tanah subur dan ketersediaan tenaga kerja yang berlimpah. 

Panen Tandan Buah Segar (TBS) dilakukan 30 bulan setelah penanaman, tergantung dari varietas kelapa sawit yang ditanam. Hasil panen akan meningkat tajam sampai tahun kedelapan, kemudian selama lima tahun selanjutnya tidak ada peningkatan hasil panen secara signifikan. Pada tahun kelima belas, hasil panen akan berangsur-angsur menurun. Pada tahun ke-25, kelapa sawit memasuki masa "replanting" (penanaman kembali). Saat ini beberapa kebun kami di Sumatra Utara sedang melakukan penanaman kembali sesuai dengan kebijakan tanpa membakar kami yang ketat (dengan peralatan mekanis). 

Aspek kunci dari strategi perkebunan kami adalah juga bekerjasama dengan 11 kebun Plasma dan KKPA. Produksi minyak kelapa sawit memerlukan pendekatan secara langsung. Untuk dapat memproduksinya secara ekonomis dibutuhkan kemampuan yang tinggi, manajemen yang rapi dan tenaga kerja yang disiplin dan terlatih. Aktivitas tersebut selain menguntungkan bagi ekonomi daerah, juga menyediakan lapangan kerja bagi ribuan keluarga yang masih bergantung pada hasil pertanian yang menggunakan teknik tebang dan bakar.